Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Kunyit sebagai Inovasi Pakan Lele

Mahasiswa Akuakultur Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Qonitatul Atqiya' tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (29 Juni 2025) - Mahasiswa KKN Tematik UNDIP sukses melaksanakan sosialisasi bersama kelompok pembudidaya ikan Desa Tambaksari dengan judul kegiatan “Edukasi Penambahan Ekstrak Kunyit pada Pakan Komersil untuk Meningkatkan Pertumbuhan Panjang, Bobot dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele“. Kegiatan ini merupakan program kerja multidisiplin salah satu anggota Kelompok 1 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Qonitatul Atqiya', mahasiswa UNDIP yang berasal dari jurusan Akuakultur. Sosialisasi ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Peningkatan Produksi Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.
Penambahan Ekstrak Kunyit pada Pakan

Penambahan ekstrak kunyit pada pakan benih ikan lele terbukti memberikan manfaat utama seperti meningkatkan sistem imun ikan melalui kandungan kurkumin dan flavonoid yang bersifat antibakteri, merangsang nafsu makan sehingga pertumbuhan ikan lebih optimal, meningkatkan daya tahan tubuh berkat sifat antioksidan kurkumin, serta mencegah penyakit dan menekan mortalitas melalui kandungan vitamin C dan minyak atsiri yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Kegiatan edukasi dilakukan langsung di salah satu teras rumah pembudidaya, di mana mahasiswa memperagakan pembuatan pakan lele dengan penambahan ekstrak kunyit. Proses ini melibatkan pencampuran 1 kg pakan komersial dengan 15 ml larutan ekstrak kunyit, yang kemudian disemprotkan merata, dijemur hingga kering, dan disimpan dalam wadah tertutup untuk menjaga kualitasnya. Adapun ekstrak kunyit yang digunakan dibuat dari 100 gram tepung kunyit yang dilarutkan dalam 500 ml air, dipanaskan selama 10 menit, lalu disaring untuk mendapatkan cairan ekstraknya.
"Untuk peningkatan dari pertumbuhannya bahkan bisa sampai 2 kali lipat sendiri." ujar Qonitatul terkait referensi penelitian oleh Haetami et al. (2024). Inovasi ini menggambarkan potensi besar dalam efisiensi biaya pakan karena pertumbuhan ikan lebih cepat dan tingkat kematian lebih rendah, pembudidaya dapat menghemat pengeluaran sekaligus meningkatkan hasil panen.
Pembudidaya yang ikut serta dalam kegiatan ini menyambut positif inovasi tersebut. Selain karena mudah dibuat, mereka melihat potensi kunyit sebagai alternatif alami yang lebih aman dibandingkan penggunaan bahan kimia atau antibiotik.
"Dengan tahu seperti ini kan bisa membantu untuk nanti kedepannya." Ujar Pak Siswadi, salah satu pembudidaya ikan lele di Desa Tambaksari.
