Konten dari Pengguna

Jangan Sampai Tertukar! Ini Bedanya Cafe Latte vs Flat White

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Queennisya Fira Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cafe Latte. Foto: Robbie Down – Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cafe Latte. Foto: Robbie Down – Unsplash

Pernah ga sih, pas kamu lagi antre di coffee shop, kamu mendadak bingung pas liat papan menu? Di antara deretan menu kopi lainnya, ada dua menu yang selalu berdampingan: Cafe Latte dan Flat White. Lalu dari situ kamu bertanya-tanya “Sebenarnya apa sih bedanya Flat White dan Cafe Latte? Kok banyak banget istilah kopi yang aku ga tau?

Sebetulnya masih banyak lagi berbagai macam nama penyajian kopi. Tapi, sekarang kita akan bahas tentang perbedaan Cafe Latte dan Flat White, karena ternyata mereka berdua cukup mirip loh! Cuma beda beberapa cara penyajiannya aja. Oh iya, di balik itu, mereka juga memiliki sejarah yang berbeda. Kamu penasaran? Yuk, disimak!

Siapa yang Lebih Dulu Ada? Cafe Latte atau Flat White?

Secara sejarah, Cafe Latte muncul terlebih dahulu di Italia pada abad ke-17. Berawal dari banyak turis Amerika yang datang dan merasa tidak cocok dengan rasa kopi yang disajikan. Akhirnya, turis Amerika meminta Latte tersebut ditambahkan lebih banyak susu, dan jadilah minuman Latte yang dapat diterima oleh banyak orang sampai sekarang.

Di sisi lain, Flat White lahir di dua tempat, yaitu di Australia dan di New Zealand. Flat White hadir di Australia pada tahun 1985 oleh Allan Preston dengan penyajian single shot espresso saja. Sedangkan di New Zealand, Flat White hadir di tahun 1989 yang disajikan dengan double shot espresso.

Si Creamy vs Si Strong: Kamu Lebih Suka yang Mana?

Menurut pemenang World Barista Championship 2024, Mikael Jasin, menyebutkan bahwa sebenarnya perbedaan antara Cafe Latte dan Flat White hanya berbeda dari segi penyajian foam dan ukuran gelas saja. Cafe Latte memiliki rasa yang cenderung lebih milky dan creamy karena foam-nya lebih tebal daripada Flat White. Cafe Latte umumnya memiliki ketebalan foam setinggi 1 cm. Berbeda dengan Flat White yang umumnya memiliki ketebalan foam setinggi 5 mm atau setengah sentimeter.

Di YouTube SSG Coffee Channel, Mikael Jasin mengatakan bahwa Cafe Latte secara tradisionalnya di serve menggunakan gelas kopi berukuran 6–7 oz yang terbuat dari material kaca, itulah mengapa terkadang Cafe Latte suhunya cenderung lebih mudah adem dari sejak pertama kali disajikan. Lebih lanjut, Mikael mengatakan kalau Flat White disajikan menggunakan gelas kopi keramik berukuran 5 oz.

Lalu, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, Flat White memiliki 2 jenis penyajian. Jika kalian bertanya, “Berarti kalau di cafe, umumnya itu disajikan dengan cara Australian style atau New Zealand style?” Jawaban itu semua tergantung dengan SOP cafe yang kalian datangi, ada cafe yang menerapkan gaya Australia, yaitu hanya dengan single shot espresso saja, dan ada juga cafe yang menyajikan dengan gaya New Zealand yang menggunakan double shot espresso.

Jadi, kalian tertarik nyoba yang mana nih? Yang rasanya lebih creamy atau yang lebih strong kopinya? Buat kamu yang baru saja ingin mencoba kopi susu, Cafe Latte menjadi pilihan terbaik untuk kamu karena rasanya yang tidak terlalu pahit. Tapi, buat kamu yang suka menyantap kopi dengan sensasi yang lebih strong, boleh langsung saja cobain Flat White karena pasti rasanya cocok banget dengan lidah kamu!

Nah gimana, sekarang udah tahu kan apa bedanya Cafe Latte dan Flat White? Jadi, jangan bingung lagi ya pas mau pesan kopi di depan kasir!