Hubungan Terasa Hampa Padahal Masih Bareng? Mungkin Kamu Terjebak 'Fantasy Bond'

Mahasiswa Manajemen di Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fitri Rusandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu merasa punya status hubungan yang jelas, tapi rasanya seperti sedang berjuang sendirian? Kamu dan pasangan mungkin masih sering jalan bareng atau makan malam di tempat yang sama setiap minggu, tapi obrolannya terasa kosong.
Alih-alih mencintai sosoknya yang sekarang, kamu justru lebih mencintai ide tentang dia atau tumpukan kenangan masa lalu. Jika iya, kamu mungkin sedang terjebak dalam apa yang disebut psikolog Robert Firestone sebagai Fantasy Bond.
Apa Itu Fantasy Bond?
Secara sederhana, Fantasy Bond adalah mekanisme pertahanan diri. Kondisi ini biasanya terjadi karena salah satu atau kedua belah pihak takut akan penolakan atau luka emosional yang lebih dalam.
Alih-alih membangun koneksi yang jujur—yang berisiko menimbulkan konflik—kita memilih untuk membangun "tembok" berupa status hubungan. Kamu tidak lagi melihat pasangan sebagai individu yang unik, melainkan hanya sebagai "pelengkap" agar kamu tidak merasa kesepian. Hubungan pun dijalani berdasarkan rutinitas dan rasa aman palsu, bukan kasih sayang yang hidup.
Tanda-tanda Kamu Terjebak dalam Ilusi
Sebelum melangkah keluar, kamu harus berani jujur pada diri sendiri. Cek apakah poin-poin ini sedang kamu alami:
Hilangnya Individualitas: Kamu tidak lagi punya hobi atau pendapat pribadi. Segalanya menjadi "kita", tapi "kita" yang terasa hampa.
Komunikasi yang 'Robotik': Obrolan hanya seputar logistik (sudah makan? jemput jam berapa? tagihan sudah dibayar?). Tidak ada lagi ruang untuk membicarakan perasaan atau mimpi.
Menghindari Konflik demi 'Kedamaian': Kamu takut berargumen karena khawatir ilusi hubungan ini hancur. Akhirnya, kamu memilih memendam semua kekecewaan sendirian.
Hidup di Masa Lalu: Kamu bertahan hanya karena "dulu dia baik banget," padahal kenyataan sekarang sudah jauh berbeda.
Cara Keluar dari Jeratan Fantasy Bond
Keluar dari kondisi ini bukan berarti harus selalu berakhir dengan putus. Tujuannya adalah menghancurkan ilusi agar kalian bisa kembali ke realita—entah untuk memperbaiki hubungan atau menyadari bahwa memang sudah saatnya berpisah.
1. Akui Masalah yang Selama Ini Diabaikan
Langkah pertama yang paling berat adalah berhenti berbohong pada diri sendiri. Akui bahwa hubungan kalian sedang tidak baik-baik saja. Berhenti menggunakan kalimat "setidaknya kita masih bareng" sebagai tameng untuk menutupi kesedihanmu.
2. Temukan Kembali Jati Dirimu (Reclaim Your Identity)
Fantasy Bond tumbuh subur saat dua orang kehilangan jati dirinya. Mulailah melakukan hal-hal yang kamu sukai secara mandiri. Pergi dengan teman-temanmu, jalani hobimu, dan miliki opini sendiri. Saat kamu kembali menjadi individu yang utuh, hubungan akan dipaksa untuk berinteraksi dengan realita, bukan sekadar "peran" dalam drama.
3. Berani Melakukan Percakapan yang Tidak Nyaman
Hancurkan rutinitas komunikasi yang membosankan. Coba tanyakan hal yang jujur: "Apa kamu masih merasa bahagia sama aku?" atau "Aku merasa kita cuma pura-pura, gimana menurutmu?" Percakapan ini mungkin memicu konflik, tapi konflik yang jujur jauh lebih sehat daripada kedamaian yang palsu.
4. Lawan Suara Kritis di Kepalamu (Voice Therapy)
Kenali suara-suara negatif di kepalamu, seperti "Kamu nggak akan dapat yang lebih baik" atau "Nggak apa-apa hampa yang penting nggak jomblo." Lawan pikiran tersebut. Sadarilah bahwa kamu berhak mendapatkan koneksi yang nyata, bukan sekadar simbol status.
Kesimpulan: Realita Memang Pahit, tapi Membebaskan
Memang jauh lebih nyaman hidup dalam fantasi. Kita tidak perlu menghadapi penolakan atau repot mencari orang baru. Namun, bertahan dalam Fantasy Bond ibarat meminum air laut; terlihat banyak, tapi tidak pernah menghilangkan dahaga emosionalmu.
Keluar dari ilusi ini memang menakutkan, tapi itulah satu-satunya cara agar kamu bisa merasakan cinta yang sebenarnya—cinta yang butuh usaha, terkadang berantakan, tapi nyata.
