BMKG: Asap Karhutla Terdeteksi di Sejumlah Wilayah RI, Belum Mengarah ke Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (12/10). Namun, hingga saat ini, asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta.
“Belum ada [mengarah ke Jakarta],” kata Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guwanto, saat dikonfirmasi, Senin (12/10).
Berdasarkan citra sebaran asap BMKG pada pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Di Sumatera, asap terdeteksi di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan. Sementara di Kalimantan, sebaran asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Asap juga terdeteksi di Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah Papua. Pola angin yang dominan bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara turut mendorong pergerakan asap.
“Sebaran asap di wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua bergerak ke arah barat laut hingga timur laut, mengikuti pola angin yang dominan,” ujarnya.
Kondisi ini juga memunculkan potensi sebaran asap lintas batas, antara lain dari Sumatera menuju Malaysia dan Singapura, serta dari Kalimantan menuju Sabah, Malaysia.
“Secara umum, angin di Indonesia bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kecepatan angin pada peta bervariasi, dengan dominasi sekitar 5–20 knot, yang mendukung pergerakan asap ke wilayah utara dan barat laut,” ujarnya.
“Sehingga berpotensi menimbulkan dampak lintas batas ke Malaysia, Singapura, dan sebagian wilayah Papua Selatan,” lanjutnya.
BMKG mencatat konsentrasi titik panas atau hotspot paling banyak berada di wilayah selatan dan tengah Kalimantan serta bagian selatan Papua.
