Kepala BGN Ungkap 3 Masalah BGN: Korupsi, Tata Kelola, Transparansi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan tiga masalah utama yang saat ini dihadapi BGN. Ketiga masalah tersebut yakni tindakan koruptif, perbaikan tata kelola, dan transparansi ke publik.

"Kalau boleh kami sampaikan di sini, persoalan utama, persoalan utama yang paling utama yang kami hadapi di BGN ini, bukan mengesampingkan persoalan lain, tapi kami fokus pada tiga hal yang utama," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

"Yang pertama adalah adanya perilaku atau tindakan koruptif yang ada di BGN ini, yang sebagaimana Anda semua juga tahu bahwa sudah ditangani oleh Kejaksaan," lanjut Sudaryono.

Masalah kedua berkaitan dengan perbaikan tata kelola penyelenggaraan program tersebut. Sudaryono mengatakan perlunya tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Yang kedua yang menjadi tantangan kami selanjutnya adalah bagaimana kita memastikan bahwa tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan makan bergizi gratis, sekali lagi ini namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis, ya, ini makan bergizi gratis, mencukupan gizinyalah yang menjadi tolak ukurnya," jelasnya.

Sementara itu, persoalan ketiga yang harus segera diselesaikan adalah sistem keterbukaan, transparansi, komunikasi, dan juga pelibatan banyak pihak, seperti pelibatan lembaga lain, hingga pelibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya program BGN.

"Dan yang ketiga yang kami coba untuk kami solve adalah bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, kementerian lain, lembaga lain, keterlibatan pemerintah daerah, keterlibatan dinas-dinas itu kemudian dan keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain maka kami berusaha untuk memperbaiki ketiga hal ini," kata Sudaryono.