Polisi Panggil Ulang Dara Arafah-Audrey Jesselyn Terkait Kasus Penipuan Umrah
·waktu baca 2 menit

Polda Metro Jaya mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap sejumlah influencer terkait kasus dugaan penipuan perjalanan umrah PT Khazanah Tamma International/Hanania Group.
Para influencer yang dijadwalkan ulang pemeriksaannya ialah selebgram Dara Arafah, Audrey Jesselyn, dan Sara Gibson.
Sebelumnya, penyidik telah mengagendakan pemeriksaan pada Senin (8/6). Namun, mereka belum memenuhi panggilan penyidik dan.
“Adapun influencer lain yang dijadwalkan pada hari yang sama, yaitu Sara Gibson (SG), Audrey Jesselyn (AJ), dan Dara Arafah (DA), belum hadir dan dijadwalkan ulang untuk pemeriksaan pada 12 Juni 2026,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Senin (8/6).
Awkarin Absen Panggilan Polda
Sementara itu, influencer Karin Novilda (KN) disebut tidak hadir tanpa memberikan keterangan kepada penyidik.
“Sementara itu, Karin Novilda (KN) tidak hadir tanpa keterangan,” ujar dia.
Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa influencer Keanu Angelo alias Muhamad Miftahuda pada Senin (8/6) sebagai saksi dalam perkara yang sama.
Pemeriksaan terhadap Keanu berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan pendampingan kuasa hukum.
“Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 28 pertanyaan yang pada pokoknya mendalami kerja sama endorse, kontrak, fasilitas, pembayaran, serta legalitas travel tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kombes Pol Budi Hermanto.
Dalam pemeriksaan tersebut, Keanu menyampaikan bahwa ia tidak menerima uang endorse.
"Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama sama Hanania itu aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter," kata Keanu usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/6).
Adapun Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional berinisial ASFR sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaah.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan ASFR menggunakan uang calon jemaah untuk kepentingan lain. Salah satunya digunakan untuk membayar sejumlah influencer untuk keperluan promosi paket umrah.
“Kemudian, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing,” ujar dia.
