Konten dari Pengguna

10 Ciri-Ciri Negara Otoriter Beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri negara otoriter. Sumber: Pixabay/Tumisu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri negara otoriter. Sumber: Pixabay/Tumisu

Salah satu ciri-ciri negara otoriter adalah negara dengan kewenangan yang mutlak terpusat pada pemimpin dalam pemerintahan. Pada umumnya negara dengan sistem pemerintahan yang otoriter mendapatkan banyak kritikan sebab pemimpin menerapkan aturan yang sangat ketat.

Menururt buku Jalan Tengah Demokrasi antara Fundamentalisme dan Sekularisme, Tohir Bawazir (2015: 77-78), negara otoriter adalah negara dengan kekuasaan politik terkonsentrasi oleh satu orang pemimpin atau golongan ideologi tertentu saja. Negara otoriter bertindak dengan tangan besi dalam mengatur rakyat dan memimpin pemerintahan.

Ciri-ciri Negara Otoriter

Ilustrasi ciri-ciri negara otoriter.

Ciri negara otoriter di antaranya adalah adanya penekanan kekuasaan hanya pada negara atau pribadi tertentu, tanpa melihat derajat kebebasan individu. Berikut ini adalah ciri-ciri negara otoriter selengkapnya.

  • Kewenangan, prakarsa, keputusan, serta kebijaksanaan mutlak terpusat pada pemimpin.

  • Komunikasi berlangsung hanya satu arah dari pemimpin kepada bawahan.

  • Pemimpin mengawasi sikap, tingkah laku, perbuatan, atau kegiatan para bawahan secara ketat.

  • Tugas-tugas diberikan kepada bawahan secara instruktif dan anggota tidak memiliki kesempatan untuk memberikan saran, pendapat, dan pertimbangan.

  • Pemimpin menuntut kesetiaan mutlak dan prestasi sempurna dari anggotanya tanpa syarat, mengesampingkan kinerja, kejujuran, dan norma-norma moral serta etika.

  • Pemimpin cenderung bertindak kasar dan kaku dalam bersikap.

  • Cenderung ada paksaan, ancaman, dan hukuman dalam jalannya organisasi.

  • Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya di tangan pemimpin serta memiliki disiplin organisasi yang kuat.

  • Pemimpin terlalu ditonjolkan sebagai simbol suatu golongan organisasi sebagai penguasa tunggal dan bersikap megalomania atau gila hormat.

  • Tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadi pemimpin.

Contoh Negara Otoriter

Ilustrasi ciri-ciri negara otoriter. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Setelah mengetahui ciri negara otoriter di atas, dapat dibayangkan bagaimana kepemimpinan otoriter berlangsung. Berikut ini contoh-contoh negara otoriter.

1. Mesir

Mesir pernah dikenal sebagai negara yang otoriter. Mereka memulai pemerintahan dalam bentuk monarki konstitusional dan menerapkan sistem demokrasi parlementer. Tetapi sistem demokrasi parlementer itu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

2. Filipina

Filipina pernah mengalami pemerintahan otoriter di bawah Ferdinand Edralin Marcos. Rezim ini mengantarkan Filipina menjadi negara yang maju dalam hal pangan.

Namun, keberhasilan ekonomi ini tidak berlangsung lama. Sebab, terjadi kesenjangan sosial yang parah antara masyarakat yang kaya dan yang miskin.

Baca juga: Pengertian Nepotisme, Ciri-Ciri, dan Contohnya dalam Kehidupan

Demikian ulasan mengenai pengertian, ciri-ciri negara otoriter beserta contohnya. Pada dasarnya sistem pemerintahan semacam ini banyak ditentang oleh masyarakat luas. Semoga ulasan tersebut dapat memperkaya pemahaman bagi pembaca. (SR)