Konten dari Pengguna

10 Contoh Aplikasi Elektrokimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari. Sumber: unsplash.com/RobinGlauser.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari. Sumber: unsplash.com/RobinGlauser.

Contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari cukup banyak, bahkan merupakan kebutuhan utama untuk beberapa aktivitas. Banyak pengguna yang tidak mengetahui bahwa benda-benda tersebut merupakan aplikasi elektrokimia.

Elektrokimia merupakan bidang yang sebaiknya ditangani orang-orang yang kompeten. Tapi masyarakat perlu mengetahui aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Aplikasi Elektrokimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari. Sumber: unsplash.com/TylerLastovich.

Dikutip dari Elektrokimia, Efbertias Sitorus dan Kawan-kawan (2023:11), elektrokimia adalah ilmu kimia yang mempelajari perpindahan elektron pada sebuah media penghantar listrik (elektroda).

Sel elektrokimia dapat berupa sel volta atau elektrolisis. Sel volta merupakan reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik. Sel elektrolisis merupakan arus listrik yang menyebabkan terjadinya reaksi kimia.

Sedangkan contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  1. Baterai primer, yaitu baterai yang hanya sekali pakai atau tidak bisa diisi ulang. Contoh: baterai AA dan alkaline.

  2. Baterai sekunder, yaitu baterai yang dapat diisi ulang seperti pada kendaraan listrik.

  3. Baterai Nikel Kadmium

    Baterai ini dapat diisi ulang tapi sensitif terhadap kelebihan pengisian daya sehingga harus dipantau. Baterai ini menggunakan nikel hidroksida sebagai katode, kadmium sebagai anode, dan alkalin potasium hidroksida sebagai elektrolit

  4. Baterai Nikel Metal Hidrida

    Baterai ini hampir sama dengan bateria nikel kadmium hanya saja anodenya berupa hidrida. Baterai ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung kadmium, raksa dan timbal.

  5. Baterai Lithium

    Lithium merupakan metal yang paling ringan dan memiliki potensial elektrokimia paling tinggi dibandingkan logam lain. Baterai ini dikembangkan menjadi baterai lithium-ion, lithium polimer dan lithium sulfur.

  6. Baterai Perak Oksida

    Baterai ini menggunakan Zn sebagai anode, Ag₂O sebagai katode dan pasta KOH sebagai elektrolit. Baterai ini digunakan untuk kalkulator, arloji dan benda lain dengan voltase kecil tapi tahan lama.

  7. Aki Kendaraan Bermotor

    Aki dapat menghasilkan listrik yang besar untuk menggerakkan kendaraan dengan menggunakan prinsip sel volta. Ketika terjadi pengisian, aki dialiri arus listrik DC sehingga elektron mengalir dari katode (PbO₂) ke anode (Pb).

  8. Penyepuhan Logam

    Contohnya penyepuhan emas menggunakan sel dengan elektrolit larutan dan elektrode reaktif. Logam yang disepuh merupakan katoda, sedangkan emas merupakan anoda dalam larutan yang mengandung kation emas.

  9. Sel Bahan Bakar

    Sel yang digunakan sebagai sumber listrik pesawat luar angkasa ini menggunakan bahan bakar campuran hidrogen atau gas alam dengan oksigen.

  10. Pemurnian Logam

    Contohnya pada pengolahan tembaga masih terdapat campuran logam lain sehingga campuran logam-logam lain tersebut harus dipisahkan dengan elektrolisis.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Jembatan Garam dalam Sel Elektrokimia

Itulah contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari. Berkat elektrokimia, banyak kepentingan mobilitas dan komunikasi yang bisa teratasi. (lus)