10 Contoh Gerak Higroskopis, Endonom dan Esionom pada Tumbuhan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh gerak higroskopis, endonom, dan esionom membuktikan bahwa tumbuhan juga bergerak seperti makhluk hidup lain. Hanya saja tumbuhan tidak berpindah tempat seperti manusia dan hewan.
Banyak yang masih berpikir tumbuhan condong ke arah tertentu karena bertambah tinggi dan batangnya tidak cukup kuat untuk membuat tumbuhan tegak. Padahal tumbuhan juga bisa bergerak ke arah tertentu.
Contoh Gerak Higroskopis, Endonom dan Esionom
Dikutip dari Buku Panduan Praktikum Terpadu untuk SMP/MTs, Ni Wayan Sri Dramayanti, (2020:52), gerak pada tumbuhan dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari bahan kimia, suhu, gravitasi bumi atau intensitas cahaya.
Berikut adalah gerak pada tumbuhan berdasarkan penyebabnya.
1. Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis adalah gerak pada tumbuhan akibat terjadinya perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata.
Contoh gerak higroskopis:
Merekahnya kulit buah yang sudah kering pada tanaman polong-polongan, misalnya pada tanaman buncis dan lamtoro.
Terbukanya dinding sporangium atau kotak spora pada tanaman paku-pakuan.
Membentang dan menggulungnya gigi-gigi peristoma pada sporangium tumbuhan lumut.
2. Gerak Endonom
Gerak endonom diduga berasal dari tumbuhan itu sendiri yang terjadi secara spontan. Penyebab utamanya tidak diketahui namun prosesnya bisa diamati melalui mikroskop.
Contoh:
Gerak kloroplas pada tumbuhan Hydrilla verticillata
Gerak rotasi sitoplasma pada sel-sel daun Hydrilla verticillata.
3. Gerak Esionom
Gerak esionom adalah gerakan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungan di sekitar tumbuhan tersebut. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dibagi lagi menjadi gerak tropisme, taksis dan nasti.
Contoh:
Menutupnya daun putri malu dan venus akibat sentuhan, yang disebut juga gerak nasti.
Gerakan ujung batang bunga matahari ke arah datangnya cahaya, yang disebut juga fototropisme positif.
Gerakan membelit ujung sulur tanaman kacang panjang, yang disebut juga gerak tigmotropisme.
Gerak kecambah menuju pusat bumi, yang disebut juga gerak geotropisme.
Gerak daun flamboyan yang tidur di malam hari, disebut juga niktinasti.
Baca juga: 3 Contoh Pertumbuhan Sekunder pada Tumbuhan
Itulah contoh gerak higroskopis, endonom, dan esionom yang merupakan pembagian gerak tumbuhan berdasarkan penyebabnya. Gerakan-gerakan tersebut bisa dibuktikan dengan mengamati tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan. (lus)
