10 Contoh Keadilan Moral dan Keadilan Prosedural

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh keadilan moral dan prosedural merupakan salah satu cara untuk melihat bahwa adil itu tidak berarti sama rata atau sama rasa. Ada beberapa definisi keadilan yang didasarkan standar kepuasan tertentu.
Ada keadilan yang bisa dirasakan, harus ditunjukkan, dinegosiasikan dan sebagainya. Mempelajari keadilan akan membuka wawasan bahwa ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk mendapatkan rasa adil.
Contoh Keadilan Moral dan Keadilan Prosedural
Dikutip Pendidikan Pancasila dan Pluralisme, Rio Christiawan (2021:25), keadilan sering diartikan dengan sikap ketidakberpihakan (impartiality), persamaan (equality), dan kelayakan (fairness). Secara historis, para ahli mendefinisikannya secara berbeda-beda.
Salah satu ahli yang telah mendefinisikan keadilan adalah Plato. Plato adalah seorang filsuf Yunani Kuno yang mendirikan sekolah tinggi pertama di dunia barat. Plato mengemukakan bahwa keadilan ada 2 macam, yaitu keadilan moral dan keadilan prosedural.
Berikut contoh keadilan moral dan prosedural tersebut beserta penjelasannya.
1. Keadilan Moral
Keadilan moral memiliki kedudukan hukum yang lebih tinggi dari keadilan prosedural atau keadilan hukum. Suatu perbuatan dinyatakan beradilan moral jika memberikan perlakuan seimbang atau selaras antara hak dan kewajiban.
Contoh:
Kenaikan harga di suatu restoran diimbangi dengan perbaikan pelayanan.
Seseorang yang meminta kenaikan gaji mengimbanginya dengan bukti perbaikan kinerja yang signifikan.
Kenaikan asuransi kesehatan diimbangi dengan pelayanan yang lebih baik terhadap pasien.
Kenaikan harga tiket kereta api diimbangi dengan pelayanan yang lebih baik terhadap penumpang, dari ketika mulai masuk stasiun hingga sampai tujuan.
Kenaikan standar kompetensi guru diimbangi dengan perbaikan terhadap kesejahteraan guru.
2. Keadilan Prosedural
Keadilan prosedural merupakan sarana untuk melaksanakan keadilan moral. Dengan demikian, seseorang dikatakan telah melaksanakan perbuatan yang berkeadilan jika telah memenuhi tata cara yang telah ditetapkan.
Contoh:
Pengurus memberikan penjelasan yang sama kepada semua siswa dan guru tentang hukuman keterlambatan masuk sekolah.
HRD harus memberikan penjelasan yang detil dan menghubungkan dengan peraturan yang ada jika terjadi pemotongan gaji karyawan.
Polisi menyebutkan pelanggaran aturan yang jelas ketika menilang seorang pengendara.
Petugas PLN harus memberikan surat pemberitahuan dengan penjelasan yang detil tentang peraturan dan jenis pelanggaran sebelum memblokir listrik pelanggan.
Pengelola daerah melibatkan warga sebelum membuat keputusan atau peraturan baru agar mewakili keinginan sebagian besar keinginan warga. Antara lain melalui dengar pendapat atau jajak pendapat.
Baca juga: 5 Asas Hukum Tata Negara Indonesia dan Penjelasannya
Itulah contoh keadilan moral dan keadilan prosedural dalam teori keadilan yang dikemukakan oleh Plato. Plato percaya bahwa intelektualitas seseorang akan memengaruhi perkembangan terhadap kesadaran akan keadilan. (lus)
