Konten dari Pengguna

10 Contoh Ngoko Lugu dalam Bahasa Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Contoh Ngoko Lugu, foto:pixaby
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Ngoko Lugu, foto:pixaby

Dalam bahasa Jawa terdapat berbagai jenis ragam bahasa yang penggunaannya disesuaikan dengan siapa yang menjadi lawan bicara. Salah satunya yaitu bahasa ngoko lugu. Untuk dapat menuliskan bahasa tersebut, maka perlu mengetahui contoh ngoko lugu dalam bahasa Jawa.

Secara umum ngoko lugu biasa dipakai untuk berbicara dengan teman sebaya atupun orang yang lebih muda. Selain itu juga dapat digunakan dalam percakapan atau situasi yang tidak resmi atau formal.

Kumpulan Contoh Ngoko Lugu dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi Contoh Ngoko Lugu, foto:pixaby

Dikutip dari buku Kamus Saku Jawa-Indonesia, Eko Gunawan (2018:5), ngoko lugu merupakan salah satu bentuk unggah-ungguh bahasa Jawa yang semua kosa katanya berbentuk ngoko.

Dengan kata lain ngoko lugu merupakan tingkatan tutur dalam bahasa Jawa yang memiliki tingkatan paling sederhana dan biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan ngoko lugu ini biasanya pada orang yang derajatnya lebih tinggi kepada orang yang memiliki derajat lebih rendah.

Selain itu juga dapat dipakai dengan teman yang akrab. Untuk lebih memahami terkait ngoko lugu, berikut beberapa contoh ngoko lugu dalam bahasa Jawa beserta terjemahannya.

  1. Zaki budal sekolah kanti numpak sepeda karo kanca-kancane. (Zaki berangkat sekolah dengan naik sepeda bersama teman-temannya)

  2. Sepatune Rio ilang dicolong maling. (Sepatunya Rio hilang dicuri maling)

  3. Rudi masuk angin merga aduse kewengen. (Rudi masuk angin karena mandinya kemalaman)

  4. Rina lungguh ing kursi sing akeh semute. (Rina duduk di kursi yang banyak semutnya)

  5. Wis rong taun iki ing desaku ora ana karnaval. (Sudah dua tahun ini di desaku tidak ada karnaval)

  6. Aku durung mangan. (Saya belum makan)

  7. Sepedae Sinta rusak merga kebanjiran. (Sepedanya Sinta rusak karena kebanjiran)

  8. Natan lunga menyang Malang karo kanca-kancane. (Natan pergi ke Malang bersama teman-temannya)

  9. Wingi sore pitikku ngendog loro. (Kemarin sore ayamku bertelur dua)

  10. Saben esuk aku mesti tuku sega pecel kanggo sarapan sadurunge budal sekolah. (Setiap pagi aku selalu membeli nasi pecel sebelum berangkat ke sekolah)

Dari contoh ngoko lugu dalam bahasa Jawa di atas dapat dijadikan sebagai referensi belajar dalam menuliskan ngoko lugu secara tepat. Selain itu penggunaan bahasanya juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (PAM)

Baca Juga: 30 Contoh Tembung Rangkep dalam Bahasa Jawa