10 Contoh Obat Prekursor

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam industri farmasi atau obat-obatan ada berbagai jenis obat yang diproduksi dengan berbagai kegunaannya masing-masing. Salah satunya adalah obat prekursor. Ada berbagai contoh obat prekursor yang dapat diketahui.
Prekursor merupakan bahan kimia yang secara luas digunakan oleh berbagai industri. Seperti industri skala besar maupun usaha skala kecil untuk berbagai keperluan seperti industri farmasi, kosmetika, makanan, tekstil, cat, termasuk pula proses vulkanisir ban.
Contoh Obat Prekursor
Mengutip Buku Ajar Farmakologi Keperawatan karya Laili Nur Azizah, dkk (2024:38) obat prekursor adalah bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan baku atau penolong untuk keperluan proses produksi farmasi. Beberapa contoh obat prekursor yang diawasi pemerintah diantaranya anhidrida asetat, asam fenil asetat, dan juga asam lisergat.
Obat-obatan prekursor pada dasarnya merupakan bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat narkotika dan psikotropika ilegal. Berikut adalah beberapa contoh dari obat prekursor yang sering digunakan dalam industri farmasi dan diawasi oleh pemerintah.
Efedrin: Obat ini dapat digunakan dalam obat dekongestan dan asma. Selain itu dapat diproses menjadi metamfetamin (sabu-sabu).
Pseudoefedrin: Biasanya digunakan dalam obat flu dan sinus. Namun, selain itu dapat diproses menjadi metamfetamin.
Ergotamin: Obat ini biasa digunakan untuk mengobati migrain. Selain itu dapat diproses menjadi LSD (dietilamida asam lisergat).
Asam Fenil asetat: Obat ini digunakan dalam produksi farmasi dan parfum. Namun dapat juga digunakan dalam pembuatan amfetamin.
Safrole: Biasa digunakan dalam industri parfum. Namun, selain itu dapat juga diproses menjadi MDMA (ekstasi).
Kalium Permanganat: Obat ini biasa digunakan dalam pengolahan air dan sebagai desinfektan. Akan tetapi dapat juga digunakan dalam produksi kokain.
Anhidrat Asetat: Biasa digunakan dalam sintesis kimia dan sebagai reagen dalam laboratorium. Namun, dapat digunakan dalam produksi heroin.
Asam Sulfat: Digunakan dalam berbagai industri kimia. Akan tetapi dapat digunakan dalam pemurnian kokain.
Asam Klorida: Biasa ditemukan dan digunakan dalam industri kimia dan sebagai reagen laboratorium. Selain itu dapat juga digunakan dalam pemurnian metamfetamin dan kokain.
Toluena: Biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri cat dan kimia. Namun, dapat juga digunakan dalam produksi metamfetamin.
Berbagai contoh obat prekursor ini memiliki pengawasan dan regulasi yang sangat ketat karena potensi penyalahgunaannya dalam pembuatan narkotika dan psikotropika. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia serta lembaga serupa di negara lain melakukan pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan prekursor ini. (BAI)
Baca juga: 5 Contoh Tanaman Toga dan Manfaatnya
