10 Contoh Pelanggaran Lalu Lintas di Indonesia dan Cara Pencegahannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini masih banyak berbagai kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu contoh pelanggaran lalu lintas yang sering dilakukan di jalanan perkotaan yaitu menerobos lampu merah.
Pelanggaran tersebut dilakukan dengan alasan terburu-buru. Sehingga sangat perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk menangani kasus pelanggaran tersebut. Terutama harus dimulai dari sendiri untuk sadar akan pentingnya mematahui peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kumpulan Contoh Pelanggaran Lalu Lintas
Mengutip dari buku Sosiologi Untuk SMA dan MA Kelas X, Kun dan Juju (2007:24), salah contoh pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yaitu pengemudi dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol atau minum-minuman keras ketika mengendarai kendaraan.
Tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain dan mengakibatkan kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak. Selain pelanggaran tersebut masih banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui etika berkendera yang baik.
Mulai dari rambu-rambu yang harus dipatuhi sampai pelanggaran kecil masih tetap dilakukan. Agar lebih memahami mengenai berbagai pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi, berikut adalah beberapa contohnya.
Tidak membawa surat kelengkapan berkendara, seperti SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
Berkendara melawan arus yang sering terjadi di kota-kota besar.
Mengemudikan kendaraan bermotor sekaligus bermain ataupun mengoperasikan HP.
Berboncengan lebih dari satu orang.
Menerobos jalur busway.
Mengemudikan kendaraan ketika masih di bawah umur.
Tidak menyalakan lampu kendaraan ketika siang hari.
Tidak memakai helm ketika sedang berkendara di jalan raya.
Tidak menyalakan lampu sein ketika ingin berbelok.
Berkendara melebihi batas kecepatan yang sudah ditentukan.
Cara Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas
Agar pelanggaran lalu lintas tidak terus dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, maka perlu dilakukan upaya preventif dalam mencegah terjadinya pelanggaran tersebut. Adapun beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Memberikan Edukasi Mengenai Keselamatan Berkendara
Salah satu tugas pokok dan fungsi polantas, yaitu memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat tentang aturan lalu lintas dan keselamatan dalam berkendara.
Maka hal tersebut dapat dijadikan langkah awal dalam upaya tindak pencegahan maraknya pelanggar lalu lintas. Sehingga pihak polantas dapat melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya manaati peraturan lalu lintas.
2. Meningkatkan Kemampuan dan Pengetahuan Pengemudi
Upaya pencegahan selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membuat program untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan pengemudi akan pentingnya peraturan lalu lintas. Program tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, uji kemampuan, serta sertifikasi.
3. Menegakkan Hukum yang Tegas dan Adil
Pada pihak yang berwenang harus dapat melakukan penegakan hukum secara tegas dan adil untuk semua pelaku pelanggar lalu lintas. Hal tersebut tidak terkecuali bagi pemerintah, lembaga pemerintahan, maupun penegak hukum lainnya.
Baca Juga: 10 Contoh Perilaku Mematuhi Aturan dalam Kehidupan Sehari-hari
Terdapat berbagai contoh pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Pelanggaran tersebut dapat dilakukan pencegahan dengan melibatkan pihak polantas atau pihak yang berwenang dan juga masyarakat. (PAM)
