Konten dari Pengguna

10 Contoh Tenaga Kerja Terlatih dan Kelebihannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kerja terlatih. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Contoh kerja terlatih. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Terdapat beberapa jenis tenaga kerja berdasarkan keahlian tertentu. Salah satunya adalah tenaga kerja terlatih yang harus melalui berbagai pelatihan sebelumnya. Contoh tenaga kerja terlatih sering ditemukan dalam kegiatan sehari-hari.

Dikutip dari buku Mengenal Macam-Macam Pasar, Oktavia Rokhimaturrizki (2022:31), tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang mempunyai pendidikan sekedarnya sesuai dengan bidangnya dan ditambah latihan-latihan sehingga terampil.

Contoh Tenaga Kerja Terlatih

Contoh tenaga kerja terlatih. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Pada dasarnya, tenaga kerja terlatih memiliki peran penting dalam perekenomian negara. Hal ini karena tenaga kerja ini dibutuhkan untuk membuat negara terus berkembang. Jenis tenaga kerja in lebih mengandalkan kemampuan praktikal daripada teorinya. Berikut beberapa contoh tenaga kerja terlatih:

  1. Sopir

  2. Koki

  3. Seniman

  4. Barista

  5. Kuli bangunan

  6. Terapis

  7. Barber

  8. Karyawan pabrik bagian produksi

  9. Tukang servis elektronik

  10. Videografer

Kelebihan Tenaga Kerja Terlatih

Contoh tenaga kerja terlatih. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

Banyak contoh tenaga kerja terlatih yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kebutuhan tenaga kerja ini cukup tinggi, sebab memiliki cakupan cukup luas. Selain itu, terdapat kelebihan yang membuatnya unggul dibanding jenis tenaga kerja lain. Apa saja?

  1. Proses rekrutmen tenaga kerja terlatih tidak membutuhkan ijazah. Hanya dibutuhkan sertifikat keterampilan yang mampu membuktikan kemampuannya melalui proses pelatihan maupun kursus tertentu.

  2. Dapat memudahkan pihak HRD dalam mengembangkan skill karyawan, sebab telah memiliki kemampuan dasar sebelumnya. Sehingga perusahaan tidak mengeluarkan bujet lebih untuk mengadakan training maupun pelatihan kerja tertentu.

  3. Menguntungkan perusahaan saat merekrut tenaga kerja dengan pengalaman yang lebih. Sehingga dapat menunjang produktivitas perusahaan.

  4. Tenaga kerja terlatih memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik pada lingkungan kerja. Seperti menggunakan teknologi terbaru, penerapan metode kerja, hingga perubahan lainnya.

  5. Ruang lingkup tenaga kerja terlatih akan mengandalkan keterampilan teknis, praktis, dan spesifik. Namun, tetap tidak menutup kemungkinan tenaga kerja ini memiliki pengetahuan yang lebih.

  6. Tenaga kerja terlatih memiliki pengalaman kerja yang relevan dalam bidang pekerjaan. Sebab, tenaga kerja jenis ini telah menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata. Sehingga menjadi sebuah keunggulan yang dapat memperkuat kompetensi.

Demikianlah penjelasan mengenai contoh tenaga kerja terlatih yang dapat dijadikan referensi dalam mempelajarinya. Semoga bermanfaat! (NUM)

Baca Juga: 2 Contoh Kelangkaan Tenaga Kerja beserta Upaya Mengatasinya