Konten dari Pengguna

10 Contoh Termokimia dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh termokimia. Sumber: Pexels/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh termokimia. Sumber: Pexels/RDNE Stock project

Contoh termokimia dalam kehidupan sehari-hari salah satunya yaitu memanaskan air. Dalam proses ini, terdapat reaksi penyerapan kalor yang berasal dari lingkungan (kompor) masuk ke dalam sistem atau sederhananya adalah reaksi penyerapan kalor oleh air.

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan kalor dari suatu zat yang disebabkan oleh reaksi kimia. Ilmu ini masuk ke dalam ilmu termodinamika yang membahas soal perubahan energi yang terjadi akibat reaksi kimia.

Pengertian Termokimia

Ilustrasi contoh termokimia. Sumber: Pexels/Matheus Bertelli

Termokimia berasal dari kata thermo yang berarti panas, dan kemia yang berarti ilmu kimia. Dikutip dalam buku Super Smart Kuasai Matematika dan IPA SMA / MA, Ratna Rima Melati S. Si., (2019:414), termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dengan energi panas (kalor).

Dalam termokimia, terjadi pertukaran energi antara sistem dan lingkungan. Sistem merupakan sekumpulan elemen atau unsur yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lain. Sedangkan lingkungan merupakan segala sesuatu di luar sistem.

Dalam termokimia, terdapat dua macam reaksi yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan energi panas, sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan energi panas.

Contoh Termokimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi contoh termokimia. Sumber: Pexels/Maksim Goncharenok

Termokimia memiliki manfaat yang konkrit dalam kehidupan. Adapun contoh termokimia yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.

1. Memanaskan Air

Ketika memanaskan air untuk membuat teh atau kopi, energi panas ditransfer ke air melalui kompor atau pemanas lainnya. Panas tersebut akan mengubah suhu dan membuat air menjadi panas.

2. Memasak Makanan

Saat memasak makanan, terdapat reaksi kimia yang terjadi dalam makanan. Sebagai conto, ketika memasak telur, reaksi kimia memecah protein dalam telur dan melepaskan energi panas.

3. Bahan Bakar Kendaraan

Bahan bakar kendaraan berfungsi untuk menggerakkan kendaraan bermotor. Contohnya avgas (aviation gasoline), avtur (aviation turbine), minyak tanah, solar, minyak diesel, biodiesel, bensin, dan lain sebagainya.

Saat seseorang mengendarai mobil, sepeda motor, ataupun kendaaraan lainnya, mesin akan mengoksidasi bahan bakar. Setelah itu melepaskan energi panas untuk menggerakkan kendaraan.

4. Penggunaan Baterai

Baterai adalah alat yang digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk kimia kemudian diubah menjadi energi listrik untuk memperoleh arus listrik. Ketika baterai dihubungkan dengan rangkaian eksternal, elektrolit berpindah sebagai ion di dalamnya.

Hal ini menyebabkan terjadinya reaksi kimia pada kedua kutub baterai. Perpindahan ion dalam baterai akan mengalirkan arus listrik keluar dari baterai yang dapat digunakan untuk menghidupkan peralatan yang diperlukan.

5. Pembakaran Kayu

Dalam peristiwa kayu dibakar untuk menghasilkan api, terjadi perubahan suhu di sekitar pembakaran tersebut. Kondisi di sekitar kayu bakar tersebut mulai hangat mengikuti panasnya api. Hal itu terjadi karena kayu bakar melepaskan kalor ke lingkungan.

6. Menyimpan Air Panas ke Dalam Termos

Termos merupakan alat yang dapat mencegah perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Termos digunakan untuk mencegah terjadinya perpindahan kalor dengan cara mengisolasi ruang di dalam termos tersebut.

Dinding bagian dalam termos biasanya dibuat mengkilap dengan lapisan perak bertujuan untuk mengurangi daya resap dan daya pancar terhadap kalor. Karena rendahnya daya serap dan pancar, kalor tidak diserap dinding bagian dalam tersebut.

7. Termokimia di Dalam Buli-Buli (Kantong Air)

Buli-buli umumnya digunakan sebagai alat pengompres. Prinsip kerja buli-buli sama seperti prinsip kerja termokimia pada termos, yaitu menyimpan air panas.

Ketika buli-buli digunakan maka suhu di luar buli-buli akan memengaruhi keadaan suhu di dalam buli-buli. Pada akhirnya, mengakibatkan suhu buli-buli menurun, karena suhu di luar buli-buli lebih rendah daripada suhu yang ada di dalam buli-buli.

8. Kantong Penyeka Portabel

Kantong penyeka portabel adalah alat P3K yang digunakan untuk mengantisipasi terjadinya kram atau terkilir. Kantong penyeka portabel menerapkan konsep reaksi endoterm dan eksoterm secara langsung pada termokimia.

Kantong penyeka terbagi menjadi dua jenis, yaitu kantong penyeka dingin dan kantong penyeka panas. Kantong penyeka dingin berupa kantong plastik dua lapis. Plastik bagian luar terisi serbuk ammonium nitrat dan plastik bagian dalam berisi air.

Penggunaan kantong penyeka dingin, yaitu dengan menekan kantong tersebut, maka airnya akan keluar melarutkan ammonium nitrat. Proses ini akan menurunkan suhu sehingga terjadi reaksi endoterm.

Untuk menghasilkan panas, kantong penyeka panas harus dikocok terlebih dahulu supaya oksigen keluar dari larutan NaCl dan terjadi reaksi antara besi dengan gas oksigen yang dikatalis oleh NaCl dan air, sehingga terjadi reaksi eksoterm.

9. Gas Elpiji

LPG digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga. Kandungan gas yang ada pada LPG ini adalah gas propana dan butana. Reaksi termokimia pada gas elpiji melibatkan propana dan butana yang apabila dibakar akan menghasilkan energi panas.

10. Termometer Zat Cair

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Cara kerja termometer zat cair melibatkan proses termokimia, yaitu ketika suhu naik, maka cairan dibola tabung mengembang lebih banyak daripada gelas yang menutupinya.

Akibatnya, cairan yang tipis dipaksa naik ke atas secara kapiler. Sebaliknya, jika suhu turun, maka cairan dibola tabung akan mengerut dan cairan yang tipis akan kembali turun.

Baca juga: 3 Jenis Sistem dan Lingkungan dalam Termokimia

Contoh termokimia di atas menunjukan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dengan reaksi suatu senyawa yang dapat menghasilkan energi. Khususnya reaksi kimia menjadi energi panas dan sebaliknya. (MRZ)