Konten dari Pengguna

10 Contoh Ukara Pakon dalam Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Ukara Pakon. Sumber: Pexels/JuliaMCameron
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Ukara Pakon. Sumber: Pexels/JuliaMCameron

Ukara pakon merupakan sebutan untuk kalimat perintah dalam bahasa Jawa. Contoh ukara pakon pasti sering didengar dalam kehidupan sehari-hari karena kalimat ini memuat pesan bijak.

Walaupun terkadang terkesan tegas dan memerintah, sebenarnya ukara pakon sering kali mengandung nasihat. Selain itu, penggunaan kalimat ini juga bisa jadi sebagai bentuk perhatian yang tersirat.

Contoh Ukara Pakon

Ilustrasi Contoh Ukara Pakon. Sumber: Pexels/PavelDanilyuk

Menurut buku Belajar Bahasa Daerah Jawa Untuk Mahasiswa PGSD dan Guru SD karya Rian Damariswara (2020), ukara pakon adalah kalimat yang berisi gagasan dan pikiran agar orang lain bersedia mengerjakan gagasan dan pikiran tersebut.

Ukara pakon terbagi menjadi lima jenis, yaitu ukara pakon lumrah, pamenging, pangajak, panantang, dan panyuwun. Perhatikan contoh berikut ini beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

1. Ukara Pakon Lumrah

“Lumrah” mengandung arti umum, lazim, atau biasa. Maka dari itu, ukara pakon lumrah merupakan kalimat yang bermaksud untuk memberikan perintah kepada pendengar.

Kalimat ini mempunyai karakteristik bernada tegas, berfokus pada tindakan, tidak selalu menyatakan subjek, dan terkadang disertai alasan. Misalnya:

  • Budale sing ngati-ati, dalane wis rame! (Hati-hati berangkatnya, jalannya sudah ramai!)

  • Tutupen lawange, larahane melbu kabeh! (Tutup pintunya, kotorannya masuk semua!

2. Ukara Pakon Pangajak

Dalam bahasa Indonesia, “pangajak” memiliki arti mengajak. Pengertian dari ukara pakon pangajak adalah kalimat yang bertujuan untuk mengajak pendengar melakukan suatu tindakan bersama-sama.

Ciri-ciri kalimat ini yaitu menggunakan kata ayo, mangga, cobi, sumangga, prayoganipun, dan sebagainya. Sebagai contoh:

  • Mangga lenggah rumiyin! (Silahkan duduk dulu!)

  • Cobi kula pirsani soca nipun sakedap! (Coba saya lihat sebentar matanya!)

3. Ukara Pakon Pamenging

Terjemahan dari kata “pamenging” yaitu “larangan”. Oleh karena itu, ukara pakon pamenging berisi perintah yang menginstruksikan pendengar untuk tidak melakukan suatu tindakan.

Kalimat ini biasanya diawali dengan kata aja, ora, dan kata-kata lain yang menunjukkan larangan. Contoh ukara pakon pamenging:

  • Aja mangan ning tengah lawang! (Jangan makan di tengah pintu!)

  • Ora oleh dolan yen durung garap PR! (Tidak boleh main kalau belum mengerjakan PR!)

4. Ukara Pakon Panantang

Kata “panantang” memiliki arti tantangan. Definisi dari ukara pakon panantang adalah kalimat yang digunakan untuk menyindir untuk melakukan suatu tindakan.

Secara umum, kalimat ini bertujuan untuk menantang atau memprovokasi. Misalnya:

  • Budalo dhisik yen awakmu wani! (Berangkat duluan aja kalau kamu berani!)

  • Ndang mara rene selak tak tinggal! (Cepat ke sini sebelum aku pergi!)

5. Ukara Pakon Panyuwun

“Panyuwun” berasal dari kata dasar “suwun” yang berarti meminta. Ukara pakon panyuwun merupakan kalimat yang memberikan instruksi secara halus kepada pendengar untuk melakukan suatu tindakan.

Meskipun seakan-akan meminta sesuatu, sebenarnya pembicara sedang memberikan perintah. Sebagai contoh:

  • Tulung jupukno aku banyu! (Tolong ambilkan aku air)

  • Mbok mengko awakmu dolan omahku! (Nanti kamu main ke rumahku ya!)

Demikianlah 10 contoh ukara pakon dalam bahasa Jawa yang dapat menjadi bahan pembelajaran. Menggunakan ukara pakon dalam keseharian tidak hanya memperkaya kemampuan berbahasa Jawa, tetapi juga turut melestarikan budaya Jawa. (ALF)

Baca juga: Contoh Cerita Legenda Bahasa Jawa yang Penuh Makna