10 Dampak Negatif Vulkanisme terhadap Kehidupan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak negatif vulkanisme penting untuk diketahui karena Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi aktif. Dampak negatif tersebut ada yang langsung menimpa penduduk, ada yang kelihatannya ringan tapi berbahaya, dan ada pula yang baru terasa setelah waktu yang lama.
Dampak vulkanisme yang utama sangat membahayakan keselamatan manusia. Begitu juga dampak lain selanjutnya yang merugikan kehidupan manusiadan lingkungan juga patut diwaspadai.
Dampak Negatif Vulkanisme
Vulkanisme adalah energi yang muncul akibat aktivitas magma yang ada di perut bumi. Aktivitas tersebut meliputi aktivitas intrusif ketika magma menyusup di lapisan bumi dan ekstrusif ketika magma mencapai permukaan bumi. Kedua aktivitas punya dampak negatif.
Berikut adalah dampak negatif vulkanisme, yang dikutip dari Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, Sri Wiyanti dan Kawan-kawan, (2017:112).
Material dari gunung meletus dapat mengancam nyawa manusia. Contohnya letusan Gunung Marapi pada tanggal 3 Desember 2023 yang mengakibatkan tewasnya 25 pendaki.
Awan panas dengan suhu 500 - 600°C ketika sampai di pemukiman, dapat menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian material. Contohnya, awan panas atau wedhus gembel Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010 dan 4 November 2010 mengakibatkan tewasnya 104 orang.
Material panas dan bebatuan yang dimuntahkan dari gunung dapat merusak rumah, fasilitas umum, lahan produktif warga dan lingkungan.
Abu vulkanik yang beterbangan dapat mengganggu penerbangan, menyebabkan pertanian gagal panen dan mengakibatkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).
Lava dan lahar yang mengalir keluar dapat merusak semua yang dilaluinya.
Lahar dingin dapat menjadi ancaman serius di kemudian hari, yaitu dapat mengakibatkan banjir bandang pada musim penghujan.
Gas beracun yang tidak kasatmata adalah bahaya yang sulit diantisipasi. Tercatat 149 warga tewas akibat tragedi Kawah Sinila di Dieng pada tahun 1979.
Letusan gunung di laut tak kalah bahayanya karena bisa mengakibatkan tsunami. Contohnya letusan Anak Krakatau pada tanggal 22 Desember 2018 di Selat Sunda yang mengakibatkan 426 orang tewas dan 23 orang hilang.
Gempa vulkanik akibat aktivitas magma dapat mengakibatkan kerusakan bangunan dan kepanikan warga.
Peningkatan aktivitas vulkanik dapat menghentikan semua kegiatan masyarakat, terutama kegiatan ekonomi, baik bidang pertanian maupun pariwisata.
Umumnya pada status siaga atau level III, masyarakat sudah dihimbau bersiap untuk mengungsi. Pengungsian dilakukan pada status awas atau level IV.
Baca juga: Danau Vulkanik: Pengertian, Karakteristik dan Contohnya
Itulah dampak negatif vulkanisme yang penting untuk diketahui. Jika aktivitas vulkanisme meningkat, maka keselamatan warga harus diutamakan diatas harta benda. (lus)
