10 Faktor Eksternal Korupsi, Penyebab Masih Banyak yang Melakukannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor eksternal korupsi merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Pelaku harus punya tekad kuat untuk menghindar dari faktor ini karena tantangannya besar. Jika korupsi berdosa dan bisa dipenjara, namun jika tidak ikut ada kemungkinan terkucil.
Umumnya korupsi tidak dilakukan seorang diri. Seringkali keberanian untuk mengindar atau menolak harus dibayar mahal. Namun tindakan yang benar akan menghindarkan diri dari masalah yang jauh lebih besar, seperti ditangkap KPK (Komite Pemberantasan Korupsi).
Faktor Eksternal Korupsi
Dikutip dari Fenomena Korupsi Dari Sudut Pandang Epidemiologi, Muharso dan Tomy Sujarwadi (2018:1), korupsi adalah suatu tindak pidana yang berhubungan perbuatan manipulasi dan penyuapan dan sebagainya yang merugikan ekonomi negara dan kepentingan rakyat.
Penyebab korupsi ada 2 macam, yaitu faktor internal dari dalam diri koruptor sendiri dan faktor eksternal yang memengaruhi koruptor tersebut. Berikut adalah faktor eksternal korupsi yang menyebabkan seseorang nekad melakukannya.
Maraknya gaya hidup konsumtif yang dipertontonkan di media sosial sehingga membuat sebagian orang ingin merasakannya. Penghasilan yang seharusnya berlebih menjadi tidak cukup.
Lingkungan yang lebih menghargai kekayaan seseorang atau mendewakan materi, tanpa mau berpikir secara logis. Misalnya, seseorang dengan jabatan dan gaji tertentu tidak mungkin memiliki harta seperti yang dipamerkan.
Tidak memiliki contoh keteladanan atau kepemimpinan yang bersih dari korupsi baik dalam pekerjaan maupun di lingkungan masyarakat.
Lemahnya pengawasan internal, baik di manajemen sendiri maupun audit eksternal mengakibatkan orang-orang yang bermoral rendah tergoda untuk memanfaatkan kelemahan tersebut.
Kondisi lingkungan kerja yang menormalisasi pungutan liar atau pembengkakan anggaran.
Sistem hukum dan perundang-undangan yang kurang memberikan efek jera terhadap koruptor.
Kesadaran masyarakat yang rendah sehingga pungutan-pungutan liar dan suap di tempat-tempat umum dianggap hal yang lumrah.
Adanya pemahaman yang keliru dari masyarakat bahwa jika tidak ikut korupsi akan dikucilkan dan tidak bisa naik jabatan.
Adanya pemahaman yang keliru dari masyarakat bahwa untuk mengapai cita-cita itu butuh pengorbanan. Misalnya suap pada penerimaan mahasiswa atau pegawai.
Adanya pemahaman yang keliru tentang gratifikasi. Jika yang dilakukan itu merupakan tugas dan kewajiban, maka yang mendapat keuntungan tidak perlu membayar atau memberi hadiah apa pun.
Baca juga: 5 Dampak Korupsi bagi Masyarakat yang Harus Diwaspadai
Itulah faktor eksternal korupsi sebagai penyebab seseorang masih melakukannya meski sudah banyak yang tertangkap. Apa pun penyebabnya, korupsi dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, serta dapat menghancurkan seluruh anggota keluarga. (lu)
