Konten dari Pengguna

5 Dampak Korupsi bagi Masyarakat yang Harus Diwaspadai

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak korupsi bagi masyarakat. Sumber: pexels.com/KarolinaGrabowska.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak korupsi bagi masyarakat. Sumber: pexels.com/KarolinaGrabowska.

Dampak korupsi bagi masyarakat sangat besar dan menyeluruh. Karena itu, semua negara di dunia menganggap korupsi adalah kejahatan yang serius. Bahkan beberapa negara menerapkan hukuman mati terhadap koruptor.

Indonesia membentuk KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mempercepat pemberantasannya. Karena itu, penting untuk mengetahui dampak korupsi tersebut agar memahami seberapa besar bahayanya.

Dampak Korupsi bagi Masyarakat

Ilustrasi dampak korupsi bagi masyarakat. Sumber: pexels.com/KarolinaGrabowska.

Korupsi merupakan tindakan kecurangan dari ketetapan yang berlaku demi keuntungan pribadi, golongan atau kelompok tertentu. Korupsi dilakukan dalam banyak bentuk, antara lain pungutan liar, penggelapan uang, penggelembungan anggaran, dan sebagainya.

Biasanya korupsi melibatkan lebih dari satu orang sehingga sulit dicegah dan dampaknya luas. Berikut adalah dampak korupsi bagi masyarakat, yang dikutip dari Korupsi, Bukan Budaya Tetapi Penyakit, Syahroni dan Kawan-kawan (2018:88).

  1. Harga jasa dan pelayanan publik menjadi mahal.

    Korupsi membuat terciptanya ekonomi biaya tinggi. Jika di setiap perizinan dikenai pungli dan di sepanjang jalan dipalak, maka bisa diperkirakan ketika sampai konsumen harganya sudah berlipat-lipat untuk menutup kerugian.

  2. Pengentasan kemiskinan berjalan lambat.

    Harga-harga yang naik dengan cepat membuat warga miskin kesulitan mengimbanginya dengan kenaikan pendapat. Bantuan pemerintah dan subsidi juga terus tertekan oleh inflasi yang tinggi sehingga membebani keuangan negara.

  3. Akses bagi masyarakat miskin makin terbatas.

    Makin banyaknya masyarakat miskin membuat akses ke pendidikan semakin sulit. Banyak warga yang tidak mampu menyekolahkan anak mereka. Meski ada sekolah gratis, orangtua membebani anak-anak dengan kewajiban mencari nafkah.

    Akses vital lain yang makin tertutup adalah untuk mendapatkan pekerjaan. Sifat koruptor yang menghalalkan segala cara membuat lowongan pekerjaan yang ada diisi oleh kenalan orang dalam atau yang sanggup membayar upeti.

  4. Angka kriminalitas meningkat.

    Korupsi merupakan tindakan kriminal. Selain itu, angka kriminalitas bertambah antara lain dengan alasan terpaksa karena tidak punya uang, merasa bisa menyuap penegak hukum, kaki tangan koruptor kelas kakap dan sebagainya.

  5. Solidaritas sosial semakin langka.

    Kehidupan yang serba sulit membuat masyarakat berusaha menyelamatkan diri sendiri dan keluarga sehingga kurang peduli dengan orang lain. Bahkan ketika antre bantuan sosial pun saling dorong dan ada pula yang mengaku miskin padahal mampu.

Baca juga: 4 Contoh Kekerasan, Diskriminasi dan Intoleransi di Masyarakat

Itulah dampak korupsi bagi masyarakat yang harus diwaspadai agar tidak merusak depan. Korupsi dapat membahayakan berbagai sendi kehidupan masyarakat sehingga tidak boleh diberi kesempatan sekecil apa pun. (lus)