10 Isi Dasa Sila Bandung Hasil Konferensi Asia Afrika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesuai namanya, isi Dasa Sila Bandung adalah 10 poin penting hasil kesepatakan. Dasa Sila Bandung adalah hasil dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) antara pemimpin dari Asia dan Afrika yang berlangsung pada 18-25 April 1955.
KAA merupakan peristiwa bersejarah yang dihadiri oleh 29 negara peserta. Konferensi dilaksanakan di Bandung dan menghasilkan suatu deklarasi yang mengandung pernyataan dukungan terhadap perdamaian dan kerja sama global.
Isi Dasa Sila Bandung 1955
Tujuan utama dari Konferensi Asia-Afrika adalah untuk memperkuat solidaritas antara negara-negara Asia dan Afrika. Termasuk untuk mengembangkan kerjasama di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan budaya.
Itulah sebabnya dalam kerangka Dasa Sila Bandung, terdapat prinsip-prinsip yang sejalan dengan piagam PBB. Ada juga beberapa hal dari Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai yang turut dimasukkan.
Berdasarkan buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 2 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI, Drs. Tijan, M.Si.; Drs. F.A. Sugimin, M.Kom., 2019, inilah isi Dasa Sila Bandung.
Menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Menghormati adanya kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil.
Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.
Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB.
Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain.
Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.
Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.
Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
Menjunjung tinggi hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.
Baca Juga: 5 Kesepakatan Dasar dalam Perubahan UUD 1945 yang Penting untuk Diketahui
Isi Dasa Sila Bandung mencerminkan semangat solidaritas, kemandirian, dan perdamaian yang diinginkan oleh negara Asia dan Afrika pada saat itu. Memiliki relevansi dalam diplomasi global dan upaya membangun dunia yang lebih adil dan damai. (DNR)
