10 Peran Ilmu Kimia bagi Para Arkeolog dan Paleontologi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan peran ilmu kimia bagi para arkeolog dan paleontologi! Arkeolog dan paleontologi adalah istilah-istilah yang sering dihubungkan dengan benda atau situs purbakala.
Sedangkan ilmu kimia sering dihubungkan dengan materi, zat atau larutan. Ketiganya saling berhubungan meski memiliki perhatian yang berbeda karena pada dasarnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri. Sedikit atau banyak, tiap ilmu membutuhkan peran ilmu lain.
Jelaskan Peran Ilmu Kimia bagi Para Arkeolog dan Paleontologi! Ini Penjelasannya
Arkeologi dan paleontologi tidak seperti gambaran film Indiana Jones yang penuh adegan aksi. Bidang ini membutuhkan konsentrasi, ketelitian dan kehati-hatian tingkat tinggi. Dalam ekskavasi misalnya, peneliti butuh banyak sampale tapi dilarang mengubah apa pun.
Untuk menjawab tentang "Jelaskan peran ilmu kimia bagi para arkeolog dan paleontologi!" maka harus diketahui dulu pengertian ilmu kimia, arkeolog dan paleontologi sebelum menghubungkan ketiganya.
1. Pengertian Ilmu Kimia, Arkeolog dan Paleontologi
Berikut adalah arti ilmu kimia, arkeolog dan paleontologi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Ilmu kimia adalah ilmu tentang unsur dan ciri-ciri zat, serta reaksi yang menyebabkan timbulnya zat-zat baru.
Arkeolog adalah ahli arkeologi.
Arkeologi adalah ilmu tentang kehidupan dan kebudayaan zaman kuno berdasarkan benda peninggalannya, seperti patung dan perkakas rumah tangga; ilmu purbakala.
Paleontologi adalah ilmu tentang fosil (binatang dan tumbuhan).
2. Peran Ilmu Kimia bagi Para Arkeolog dan Paleontologi
Dikutip dari Kimia Dasar, Safa'ah Nurfa'izin dan Kawan-kawan (2024:137), berikut adalah peran kimia bagi para arkeolog dan paleontologi:
Membantu proses analisis bahan-bahan arkeologi pada keramik, logam dan artefak organik.
Membantu pemahaman tentang proses-proses sejarah yang terjadi di masa lampau.
Melaksanakan analisis spektrokopis untuk melihat interaksi antara materi dan radiasi elektromagnetik.
Melaksanakan analisis isotop untuk memahami aliran energi melalui jaring-jaring makanan untuk merekonstruksi keadaan di masa lalu.
Melaksanakan analisis mikroskopis untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang menempel pada objek yang diteliti.
Melaksanakan analisis residu organik untuk mengetahui sisa-sisa mikro yang melekat pada artefak.
Mengetahui usia fosil.
Untuk mempelajari lingkungan dan transformasi materi di situs arkeologi.
Melaksanakan analisis kimia tanah untuk mengetahui penggunaan lahan di masa lalu.
Memahami proses degradasi dan preservasi material arkeologis.
Jawaban untuk jelaskan peran ilmu kimia bagi para arkeolog dan paleontologi di atas menunjukkan bahwa peran ilmu kimia cukup banyak dan penting. Situs penelitian merupakan tempat untuk mengaplikasikan berbagai ilmu pengetahuan. (lus)
Baca juga: Arkeologi: Pengertian, Sejarah, Tujuan dan Manfaat
