Konten dari Pengguna

10 Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik dalam Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan senyawa organik dan anorganik. Sumber: pexels.com/PolinaTankilevitch.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan senyawa organik dan anorganik. Sumber: pexels.com/PolinaTankilevitch.

Perbedaan senyawa organik dan anorganik telah diteliti sejak lama dan melalui pengujian beberapa teori oleh para ahli. Pada awalnya senyawa organik dan anorganik dibedakan dari asalnya, yaitu dihasilkan makhluk hidup dan tidak dihasilkan oleh makhluk hidup.

Namun ilmu kimia berbeda dengan ilmu biologi. Para ahli kimia berhasil mensintesa senyawa organik dari senyawa anorganik. Karena itu, perbedaan kedua senyawa ini didasarkan pada teori terbaru.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Ilustrasi perbedaan senyawa organik dan anorganik. Sumber: pexels.com/Rfstudio.

Dikutip dari Gugus Fungsi Senyawa Organik, Dewi Lidiawati dan Kawan-kawan (2023:2), kimia organik adalah ilmu yang mempelajari materi atau senyawa atau molekul yang mengandung rantai karbon, termasuk senyawa organik dan anorganik.

Definisi-definisi tentang senyawa organik dan anorganik didasarkan pada teori terbaru yang dikemukaan oleh August Kekule yang dikenal dengan modern definition of organic compound.

Dari teori tersebut, dapat dinyatakan pula beberapa perbedaan senyawa organik dan anorganik sebagai berikut:

  1. Senyawa organik adalah senyawa yang tersusun oleh rantai karbon, sedangkan senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak tersusun oleh rantai karbon.

  2. Senyawa organik memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif rendah. Sedangkan senyawa anorganik memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi.

  3. Senyawa organik mudah terbakar, sedangkan senyawa anorganik tidak mudah terbakar.

  4. Senyawa organik kurang stabil terhadap pemanasan, sedangkan senyawa anorganik lebih stabil.

  5. Senyawa organik bersifat nonpolar sehingga kelarutannya rendah di dalam air dan tinggi di pelarut non polar, misalnya alkohol. Senyawa anorganik bersifat polar sehingga memiliki kelarutan tinggi di dalam air.

  6. Sebagian besar ikatan kimia pada senyawa organik merupakan ikatan kovalen, sedangkan sebagian besar ikatan kimia pada senyawa anorganik merupakan senyawa ionik.

  7. Senyawa organik tidak menghantarkan listrik karena tidak menjadi ion, sedangkan senyawa anorganik menghantarkan listrik.

  8. Reaksi kimia pada senyawa organik berlangsung relatif lambat, sedangkan reaksi kimia pada senyawa anorganik berlangsung relatif cepat.

  9. Senyawa organik memiliki isomer, sedangkan isomer pada senyawa anorganik terbatas. Isomer adalah senyawa yang memiliki rumus molekul sama tapi strukturnya berbeda.

  10. Apabila senyawa organik dibakar, akan menghasilkan karbon atau arang dan gas CO2, sedangkan senyawa anorganik tidak demikian.

Baca juga: 4 Jenis Ikatan Kimia beserta Contohnya

Itulah perbedaan senyawa organik dan anorganik dalam ilmu kimia untuk menambah pengetahuan. Ilmu kimia juga mengalami perkembangan seperti ilmu-ilmu yang lain sehingga menarik untuk diikuti. (lus)