Konten dari Pengguna

10 Tarian Tradisional Khas Maluku dan Maknanya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 10 tarian tradisional khas Maluku. Sumber: unsplash.com/AlvensiaAngela.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 10 tarian tradisional khas Maluku. Sumber: unsplash.com/AlvensiaAngela.

10 tarian tradisional khas Maluku masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakatnya. Meski sebagian telah beralih fungsi, namun tarian tersebut masih sering ditampilkan.

Masyarakat Maluku terkenal senang menyanyi dan menari. Bahkan tari poco-poco sempat viral. Selain poco-poco, masih banyak tarian khas Maluku lainnya.

10 Tarian Tradisional Khas Maluku

Ilustrasi 10 tarian tradisional khas Maluku. Sumber: unsplash.com/AlvensiaAngela.

Maluku dahulu adalah sebuah provinsi di Indonesia bagian timur, tapi sejak tahun 1999 menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara. Seni tari di Maluku memiliki ciri khas iringan lagu yang merdu dan gerak tari yang harmonis.

Berikut adalah 10 tarian tradisional khas Maluku yang menarik.

  1. Tari Cakalele

    Dikutip dari Ensiklopedia Seni Tari Nusantara: Kalimantan Barat hingga Maluku, R. Toto Sugiarto dan Kawan-kawan (2021:23), tari cakalele adalah tari penyambutan tamu yang dibawakan secara berpasangan.

    Perlengkapan penari laki-laki adalah parang di tangan kanan dan tameng (salawaku) di tangan kiri. Sedangkan penari perempuan mengenakan baju putih dan sepasang saputangan.

  2. Tari Lenso

    Tari lenso adalah tari pergaulan tentang pendekatan seorang laki-laki untuk melamar seorang perempuan yang dibawakan oleh lebih dari satu perempuan dengan memegang saputangan (lenso).

  3. Tari Kipas Kai atau Sosoy Kibas

    Tarian ini berasal dari Kepulauan Kai, yang ditarikan dengan lemah gemulai oleh lima orang perempuan.

  4. Tari Gumatere

    Tarian ini dibawakan oleh 30 penari laki-laki dengan tombak dan pedang, serta penari perempuan yang membawa lenso. Gumatere ditampilkan ketika ada suasana genting, misalnya ada fenomena alam yang aneh.

  5. Tari Poco-poco

    Awalnya poco-poco merupakan tari keakraban dalam lingkungan keluarga. Tari ini terkenal setelah iringan musiknya digubah oleh Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh Yopie Latul dari Ambon.

  6. Tari Bambu Gila

    Tarian ini hanya memerlukan sebatang bambu dengan panjang 2,5 meter dan diameter 8 cm tanpa riasan khusus. Tarian bambu gila melambangkan semangat gotong royong.

  7. Tari Saureka-reka

    Tarian ini dibawakan oleh 4 pemuda dan 4 pemudi. Dahulu ditarikan untuk merayakan panen sagu. Sekarang ditarikan sebagai ungkapan rasa syukur atas semua rezeki.

  8. Tari Katreji

    Katreji adalah tari pergaulan yang dibawakan oleh muda-mudi secara berpasangan sehingga populer di acara-acara sekolah, hari raya, pernikahan dan sebagainya.

  9. Tari Loliyana

    Tarian ini berasal dari Kepulauan Teon Nila Serua sebagai ungkapan rasa syukur atas panen lola atau panen hasil laut.

  10. Tari Angkosi

    Angkosi adalah tarian yang ditampilkan untuk menyambut tamu agung, seperti pemuka agama, pemimpin pemerintahan, serta pemimpin adat.

Baca juga: Fungsi Tari Remo dan Sejarah Singkatnya

Itulah 10 tarian tradisional khas Maluku dan maknanya. Kesempatan untuk dapat menyaksikan tarian-tarian di atas akan menjadi pengalaman yang mengesankan. (lus)