Konten dari Pengguna

11 Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Diajukan Lengkap dengan Jawaban

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pertanyaan wawancara kerja. Sumber foto: unsplash/ Agefis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pertanyaan wawancara kerja. Sumber foto: unsplash/ Agefis

Contoh pertanyaan wawancara kerja dapat digunakan untuk persiapan para pencari kerja. Terutama sebelum melakukan interview dengan tim rekrutmen dari perusahaan yang dilamar.

Adapun wawancara merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi pekerjaan. Biasanya pelamar akan diberikan beberapa pertanyaan. Baik diajukan secara langsung oleh direktur, user, maupun pihak HRD.

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja

Ilustrasi contoh pertanyaan wawancara kerja. Sumber foto: unsplash/ Norwood Themes

Berdasarkan buku Sukses Wawancara Kerja, Stefhani Ridha Rahmawati, S.Pd, (2008: 2), wawancara kerja adalah suatu tahapan dari serangkaian tes yang berhubungan dengan perekrutan tenaga kerja, dalam hal ini karyawan atau staf baru di sebuah perusahaan.

Bagi pihak perusahaan, tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting, karena pihak perusahaan bisa berhadapan secara face-to-face dengan kandidat untuk mengetahui sang kandidat adalah orang yang cocok untuk menempati posisi yang sedang ditawarkan atau tidak.

Perusahaan juga bisa melihat kemampuan berkomunikasi sang kandidat, terutama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Lebih lanjut, dirangkum dari buku Update Paling Lengkap Semua Jenis Jebakan Pertanyaan Saat Wawancara Kerja, Ulfah Khaerani, (2016: 90), inilah contoh pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya yang kerap diajukan saat menjalani sesi interview perusahaan.

1. Tell Me About Yourself (Ceritakan tentang Dirimu)

Pertanyaan ini biasanya ditanyakan pertama kali. Untuk dapat menjawabnya, perlu untuk memahami dua hal, yaitu isi cerita dan penyampaiannya. Pastikan jawaban diutarakan dengan santai, jelas, jujur, tidak bertele-tele, tetapi tetap terkendali.

Contoh Jawaban:

“Saya lulusan dari jurusan (...) kampus (...) dan memiliki pengalaman dalam (...). Saya dapat bekerja dalam tim maupun individu, senang belajar dari pengalaman dan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Saya yakin dengan keterampilan yang dimiliki, mampu untuk berkontribusi dalam proyek-proyek inovatif di perusahaan ini.”

2. Apakah Punya Impian yang Sudah Diwujudkan?

Perlu diketahui, contoh dari pertanyaan wawancara kerja tersebut memiliki penilaian tersendiri bagi rekrutmen. Pewawancara ingin melihat kandidat merupakan tipe pemimpi, pengkhayal, atau realistis.

Untuk bisa menjawabnya, ingat kembali impian yang sudah pernah diwujudkan. Pastikan tidak berlebihan dalam menceritakan pengalaman menggapai impian. Buatlah pewawancara terkesan dan gunakan bahasa yang mudah dipahami.

3. Apa Hal yang Ingin Dicapai dalam Lima Tahun ke Depan?

Jawabannya adalah apa yang ingin diraih di masa mendatang. Seperti hal yang realistis di bidang karir, pekerjaan, dan pengembangan diri.

Contoh jawaban:

“Dalam lima tahun kedepan saya berencana untuk terus mengembangkan diri dalam peran (profesi/karir). Saya memiliki tujuan untuk menjadi (profesi) yang lebih profesional dan terampil, serta dapat berkontribusi pada proyek-proyek yang dapat mendukung perkembangan perusahaan.”

4. Apa Kelebihan yang Dimiliki?

Jawablah sesuai dengan apa yang telah ditulis pada dokumen lamaran kerja maupun CV. Pertanyaan ini sebenarnya ialah pencocokan antara apa yang ditulis dengan apa yang diutarakan secara langsung.

Contoh jawaban:

“ Saya terlalu perfeksionis dan seringkali ingin menyelesaikan setiap detail pekerjaan dengan sempurna. Hal ini membuat saya menghabiskan terlalu banyak waktu karena terlalu fokus pada hal-hal kecil. Namun, dengan belajar mengelola waktu. Saat ini saya dapat memprioritaskan tugas secara efisien.”

5. Mengapa Berhenti dari Pekerjaan Sebelumnya?

Setelah melihat pengalaman kerja yang tercantum pada CV, biasanya pertanyaan ini muncul. Siapkan jawaban yang tidak menjatuhkan pihak perusahaan sebelumnya untuk membuat kesan yang baik.

Contoh jawaban:

“Keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena saya ingin peluang baru yang lebih sejalan dengan perkembangan karier dan minat. Saya percaya perusahaan ini dapat memberikan ruang untuk berkembang dan berkontribusi bersama untuk kemajuan.”

6. Bagaimana Penilaian tentang Atasan di Perusahaan Sebelumnya?

Hati-hati dengan pertanyaan semacam ini. Karena ini adalah jebakan, meskipun perusahaan sebelumnya tidak memberikan kesan yang baik. Hindari jawaban dengan konteks merendahkan pekerjaan sebelumnya.

7. Seberapa Penting Posisi di Pekerjaan Ini?

Sebelum menjawab pastikan sudah memahami terkait jobdesk dari pekerjaan yang sedang dilamar. Sehingga pertanyaan dapat dijawab sesuai dengan kewajiban dalam posisi tersebut.

8. Berapa Gaji yang Diharapkan?

Barangkali bagi fresh graduate, perihal gaji menjadi suatu kebingungan tersendiri. Namun, apabila seseorang telah memahami kemampuan yang dimiliki. Tidak ada salahnya, untuk mempunyai patokan gaji. Tetapi, perlu juga diperhatikan untuk mengetahui skala gaji untuk posisi yang sama di perusahaan yang dilamar.

9. Apa Ada Hal yang Ingin Ditanyakan?

Jangan sia-siakan kesempatan ini, bertanyalah terkait hal yang masih berhubungan dengan seluk-beluk perusahaan.

Contoh jawaban:

“Apakah perusahaan memberikan kesempatan bagi pegawai yang ingin melanjutkan pendidikan?”

“Bagaimana cara perijinan cuti, sakit atau cuti hamil yang berlaku di perusahaan ini?”

10. Apa Rencana Kerja di Masa Depan?

Pada umumnya pewawancara membutuhkan rencana untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun mendatang di perusahaan tersebut. Untuk mengetahui gambaran kepribadian dari masing-masing kandidat.

11. Apakah Ada Pekerjaan yang Tidak Disukai?

Setiap individu pastinya memiliki pekerjaan yang kurang disukai. Namun, jangan terlalu menjelaskan terlalu detail karena dapat dianggap sebagai pribadi yang tidak bisa menghadapi situasi sulit dan cenderung pemilih.

Contoh jawaban:

“ Saya percaya bahwa masing-masing pekerjaan memiliki tantangannya tersendiri. Namun, saya senang belajar dan berkembang dari pengalaman-pengalaman baru, daripada hanya berfokus pada hal yang tidak saya sukai, saya lebih suka fokus pada peluang yang dapat di ambil dari setiap pekerjaan. “

Dengan memiliki banyak pengalaman wawancara kerja tidak menjamin seseorang dapat dengan mudah melakukan tahap interview. Sehingga, tetap diperlukan persiapan dengan sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Baca juga: Tips Karier: 5 Pertanyaan saat Wawancara Kerja yang Harus Diajukan

Sekian informasi tentang contoh pertanyaan wawancara kerja. Semoga dapat memberikan wawasan tentang pernyataan yang seringkali diajukan. (Riyana)