Konten dari Pengguna

11 Contoh Wewaler Jawa beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh wewaler Jawa beserta artinya dalam Bahasa Indonesia. Sumber: Pexels/Monstera Production
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh wewaler Jawa beserta artinya dalam Bahasa Indonesia. Sumber: Pexels/Monstera Production

Contoh wewaler dapat ditemukan dalam kehidupan orang Jawa, karena wewaler berasal dari adat istiadat atau tradisi orang Jawa. Selain itu, contoh ini juga dapat ditemukan dalam buku maupun internet.

Wewaler merupakan istilah dalam bahasa Jawa untuk menyatakan sebuah nasihat yang dikemas dalam bentuk larangan. Larangan ditujukan agar dapat menghindari perbuatan tercela. Wewaler sering disampaikan oleh orang tua kepada anak muda.

Apa Itu Wewaler?

Ilustrasi mengetahui apa itu wewaler. Sumber: Pexels/Mikael Blomkvist

Wewalar adalah sebuah peringatan yang tidak boleh dilanggar. Kepercayaan ini tidak memiliki dalil dan sudah ada sejak zaman kuno. Wewaler merupakan berbagai ketentuan yang ada di dalam budaya Jawa yang berisi aturan mengenai hal-hal yang bersifat larangan.

Dikutip dalam buku Mitologi Jawa, Budiono Herusatoto (2012:97), wewaler (batasan laku atau bertindak) atau pepali (pamali) atau pantangan-pantangan merupakan bagian dari perwujudan nilai nilai yang terlihat pada setiap perbuatan atau tingkah laku anggota masyarakat.

Jadi, wewaler perlu ditegakkan untuk melestarikan irama kehidupan yang sesuai dengan kodrat dan cita-cita luhur suatu masyarakat atau bangsa.

Contoh Wewaler Jawa beserta Artinya

Ilustrasi contoh wewaler Jawa beserta artinya. Sumber: Pexels/Monstera Production

Bagi orang Jawa, melanggar wewaler dianggap "ora ilok" atau tidak pantas. Wewaler bisa digunakan sebagai edukasi bagi anak. Merangsang anak untuk berpikir kenapa dilarang, nasihat apa di balik pelarangan itu. Adapun contoh wewaler sebegai berikut.

Contoh 1

  • Wewaler: Aja nganggo sandhangan ijo yen munggah gunung lawu.

  • Arti: Jangan memakai baju berwarna hijau kalau mendaki gunung lawu.

Maksudnya, yaitu memakai baju hijau kurang bagus digunakan saat melakukan pendakian di gunung yang masih lebat hutannya. Sebab, kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan membuat tim SAR mendapat kesulitan ketika akan memberikan pertolongan.

Contoh 2:

  • Wewaler: Aja masak terasi ing alas, merga mengko bakal ditekani memedi.

  • Arti : Jangan memasak dengan menggunakan terasi ketika di hutan, sebab nanti akan didatangi hantu.

Maksudnya, yaitu jangan memasak terasi ketika sedang berada di hutan. Aroma tajam yang dimiliki terasi dapat mengundang berbagai binatang buas untuk mendekat yang memungkinkan bisa memberikan ancaman bagi keselamatan manusia.

Contoh 3

  • Wewaler: Aja nganggo sandhangan werna ijo nalika dolan menyang segara kidul merga ngembari sandhangane Kanjeng Ratu.

  • Arti : Jangan memakai baju berwarna hijau ketika berwisata ke pantai selatan karena menyamai baju yang dikenakan Kanjeng Ratu.

Maksudnya, yaitu Pantai Selatan dikenal memiliki ombak besar dan airnya yang terlihat biru kehijauan. Sehingga apabila orang berpakaian hijau terseret arus atau tenggelam akan membuat tim SAR kesulitan untuk memberikan pertolongan atau evakuasi.

Contoh 4

  • Wewaler: Aja lungguh ing bantal merga mengko bokonge wudunen.

  • Arti: Jangan duduk di bantal karena pantatmu nanti bisa bisulan.

Maksudnya, yaitu bantal bagi orang Jawa digunakan sebagai alat untuk meletakkan kepala. Sehingga merupakan suatu tindakan yang tidak sopan apabila bantal digunakan sebagai tempat pantat.

Contoh 5

  • Wewaler: Yen wis weweh aja dijaluk maneh mengko mripate bisa timbelen.

  • Arti : Jika sudah memberi jangan diminta kembali. Sebab, bisa membuat mata menjadi bintitan.

Maksudnya, yaitu barang yang sudah diberikan jangan sampai diminta kembali. Sebab, hal tersebut merupakan suatu perbuatan yang tidak sopan.

Contoh 6

  • Wewaler: Yen wis weweh aja dijaluk maneh, merga gulune bisa gondhongen.

  • Arti : Tidak baik meminta kembali apa yang yang telah diberikan. Sebab, nanti bisa membuat leher sakit gondongan.

Maksudnya, yaitu ungkapan ini mengajarkan seseorang supaya benar-benar ikhlas dalam memberikan bantuan. Sebelum mampu ikhlas, tidak dibolehkan memberikan bantuan. Sebab, takutnya akan merebut atau mengambil kembali barang yang telah diberikan.

Contoh 7

  • Wewaler: Aja singsot ing wayah wengi mengko bisa dipangan banaspati.

  • Arti : Jangan bersiul pada malam hari karena nanti dimakan banaspati.

Maksudnya, yaitu bersiul di malam hari dapat mengganggu orang yang sedang membutuhkan ketenangan malam untuk beristirahat setelah sepanjang hari bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Contoh 8

  • Wewaler: Aja ngidoni sumur jalaran bisa nyebabake lambene guwing.

  • Arti : Jangan meludahi sumur karena dapat menyebabkan bibir menjadi sumbing.

Maksudnya, yaitu di dalam ludah terdapat banyak bakteri dan kuman yang kurang baik bagi kesehatan tubuh manusia. Dengan meludahi ke dalam sumur, sama artinya menyebarkan bibit penyakit karena sumur merupakan sumber air yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

Contoh 9

  • Wewaler: Aja dolanan beras ing genthong mengko njalari tangannya kithing.

  • Arti : Jangan bermain beras di dalam gentong nanti bisa membuat tangannya jadi kiting.

Maksudnya, yaitu di masa lalu orang-orang biasanya menyimpan beras di dalam gentong. Pada waktu itu, beras adalah sesuatu yang langka dan mahal harganya. Makanya larangan ini dibuat supaya anak-anak tidak menjadikan beras sebagai alat permainan.

Contoh 10

  • Wewaler: Aja seneng tangi awan merga rejekine dithuthul pitik.

  • Arti : Jangan bangun kesiangan karena rezekinya akan dipatok ayam.

Maksudnya, yaitu ungkapan ini diciptakan supaya orang suka bangun pagi dengan harapan dapat segera pergi kerja. Sehingga hasil yang dibawa pulang akan lebih banyak daripada yang berangkat siangan.

Contoh 11

  • Wewaler: Yen mangan aja ing ngarep lawang mengko nyebabake adoh jodhone.

  • Artinya : Kalau makan sebaiknya jangan di depan pintu karena nanti akan membuat sulit jodoh.

Maksudnya, yaitu pintu merupakan tempat orang berlalu-lalang. Apabila ada yang makan di depan pintu, tentu mengganggu orang yang melewati pintu. Selain itu, makan di depan pintu merupakan tindakan yang tidak sopan dalam beberapa budaya ketimuran.

Baca juga: Mengenal Pancawara dan Saptawara dalam Budaya Jawa dan Bali

Dengan mentahui contoh wewaler beserta maknanya di atas, dapat diketahui bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Jawa sangat menjaga adab dan tradisi yang terus menerus diajarkan kepada generasi muda. (MRZ)