Mengenal Pancawara dan Saptawara dalam Budaya Jawa dan Bali

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah pancawara adalah suatu istilah yang berarti lima nama hari dalam satu minggu. Istilah ini mengandung sebuah makna dalam hari-hari tertentu.
Lima nama hari tersebut terdapat dalam sebuah kalender Jawa. Kalender Jawa, yaitu suatu sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan, dan berbagai kerajaan pecahan Mataram lainnya.
Arti Pancawara
Dikutip dari buku Mitologi Jawa, Budiono Herusatoto (2012: 32), arti pancawara adalah nama hari sepasar atau lima hari. Lima hari tersebut bermakna kondisi nasib seseorang yang meliputi kasih (cinta), manis (senang), abrit (marah), cemeng (duka), dan jene (bahagia).
Sejarah pasaran atau pancawara disusun oleh Resi Radi di masa pemerintahan Prabu Watugunung. Lima hari pasaran di kalender masehi yang biasa digunakan masyarakat Indonesia, dapat dijumpai dengan nama-nama sebagai berikut.
Legi atau manis yang bermakna senang
Pahing atau jenar yang bermakna bahagia
Pon atau palguna yang bermakna marah
Wage atau cemengan yang bermakna duka, dan
Kliwon atau kasih yang bermakna cinta
Pancawara merupakan salah satu wewaran dalam Pawukon Jawa dan Bali. Pawukon berarti pengetahuan lelakon (perjalanan) hidup manusia menurut kodratnya masing-masing. Menurut coraknya, hal ini seperti menyerupai Horoscop dalam ilmu Perbintangan Astrologi.
Ilmu pawukon tetap dikenal hingga masa kini. Ilmu tersebut digunakan oleh masyarakat tradisional Jawa dan Bali, serta masyarakat Jawa modern.
Ilmu pawukon tetap dilakukan dalam rangka langkah kehati-hatiannya dalam bertindak dan selalu menatap masa yang akan datang. Budaya Jawa dan Bali merupakan sebuah budaya yang kental sekali akan kawruh atau pedoman dalam kehidupan.
Oleh karena itu, sistem waktu dalam sebuah kalender atau penanggalan jawa memiliki arti dan makna tertentu.
Baca juga: 4 Contoh Tradisi Jawa yang Masih Dilakukan hingga Saat Ini
Arti Saptawara
Selain pancawara, ada juga yang disebut dengan saptawara dalam kalender jawa. Saptawara adalah nama-nama pekan yang terdiri dari tujuh hari. Saptawara termasuk salah satu budaya Jawa dan Bali. Ketujuh hari tersebut, yaitu
Radite atau dite (minggu atau ngahad)
Soma (senin)
Hanggara atau anggara (selasa)
Buda (rabu)
Wrahaspati atau respati (kamis)
Sukra (jum’at), dan
Tupak (sabtu)
Saptawara dan pancawara dikenal dengan sebutan wetonan. Wetonan adalah suatu peringatan kelahiran seorang anak dengan tujuan untuk mendapatkan berkah.
Pancawara adalah gabungan dari dua kata yang memiliki arti yaitu, panca dan wara. Panca berarti lima, dan wara berarti wewaran atau informasi yang terkandung pada setiap hari dalam penanggalan budaya Jawa dan Bali. (MAE)
