Konten dari Pengguna

12 Contoh Erosi Glasial, Air, Angin dan Gelombang Laut

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh erosi glasial. Sumber: pexels.com/GuillaumeFalco.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh erosi glasial. Sumber: pexels.com/GuillaumeFalco.

Contoh erosi glasial, air, angin dan gelombang laut penting untuk diketahui agar waspada terhadap perubahan alam. Erosi banyak menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi makhluk hidup, terutama manusia.

Sebagian erosi terjadi secara alamiah. Namun manusia bisa memperlambat atau mempercepat terjadinya erosi tersebut. Tanda-tanda erosi bisa digunakan untuk membuat rencana pencegahan erosi lebih lanjut.

Contoh Erosi Glasial, Air, Angin dan Gelombang Laut

Ilustrasi contoh erosi glasial. Sumber: pexels.com/BinteZubair.

Dikutip dari Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer, Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat (2007:93), erosi adalah suatu proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di atas permukaan bumi.

Ada 4 jenis erosi berdasarkan penyebab utamanya, yaitu:

  1. Erosi Glasial

    Erosi grasial terjadi karena tenaga gletser, yang umumnya terjadi di daerah-daerah lintang tinggi yang dekat dengan kutub utara. Pada erosi glasial, es dengan massa besar menuruni lereng gunung.

    Contoh erosi glasial:

    1. Pantai fyord yang memiliki banyak teluk dan tanjung yang berdempetan di Kanada, Alaska, Greenland dan Semenanjung Skandinavia.

    2. Moraina, yaitu hasil erosi gletser yang mengendap.

    3. Danau glasial, contohnya Danau Ontario, Superior, Michigan, St Laurence dan McKenzie di wilayah Amerika Serikat dan Kanada.

  2. Erosi Air

    Erosi ini disebabkan oleh hujan yang sangat deras.

    Contoh erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir:

    1. Erosi percik (splash erotion), yang berupa pemisahan butiran tanah.

    2. Erosi pemukaan (sheet erotion), yaitu genangan air pada lahan yang pohonnya baru saja ditebang.

    3. Erosi alur (riil erotion), yaitu alur-alur kecil hasil pengikisan permukaan tanah.

    4. Erosi parit (gully erotion), yaitu alur-alur makin dalam menjadi parit.

    5. Erosi mudik (headward erotion), yaitu parit yang memanjang hingga hulu.

    6. Erosi tebing sungai, yaitu runtuhnya tebing sungai karena tidak ada yang menahan aliran air yagn deras.

  3. Erosi Angin

    Erosi ini terjadi karena tenaga angin atau deflasi.

    Contohnya, batu jamur yang terbentuk karena terpaan angin yang kering dan membawa material pasir. Material tersebut mengikis bebatuan.

  4. Erosi Gelombang Laut

    Erosi ini disebabkan oleh gelombang dan arus laut.

    Contoh:

    1. Abrasi, yang biasanya terjadi di pantai-pantai yang landai. Abrasi telah merusak sebagian pantai di wilayah pantura.

    2. Erosi marin di pantai yang curam atau cliff. Erosi ini membentuk gua atau rongga di tebing-tebing pantai.

Baca juga: 5 Dampak Erosi, Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Itulah contoh erosi glasial, air, angin dan gelombang laut yang patut diwaspadai. Alam sering memberikan pertanda, sebaliknya manusia harus bisa menangkap tanda-tanda tersebut. (lus)