12 Contoh Tembung Saloka dalam Bahasa Jawa dan Maknanya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada mata pelajaran bahasa Jawa, terdapat materi tentang contoh tembung saloka. Kata-kata yang digunakan mengandung makna dan simbol filosofi. Biasanya isi dari saloka telah turun temurun dari generasi terdahulu.
Tembung saloka menjadi salah satu budaya Jawa, yang indah dan menginspirasi. Oleh sebab itu, sebagai generasi bangsa masa kini, sebaiknya ikut melestarikan dan merasa bangga atas kekayaan bangsa.
Contoh Tembung Saloka
Pengertian tembung saloka jika dalam bahasa Jawa adalah unen-unen ajeg panganggone ngemu surasa pepindhan kang dipindahake wonge.
Dalam bahasa Indonesia 'tembung' artinya kalimat, sedangkan kata 'saloka' artinya suatu kalimat yang mengandung perumpamaan. Berikut adalah beberapa contoh tembung saloka menurut buku Baboning Pepak Basa Jawa, Budi Anwari (2020:164) di antaranya adalah.
Cecak nguntal empyak: Gegayuhan kang ora timbang karo kekuwatane. (Ambisi yang tidak sebanding dengan kekuatannya).
Bathok bolu isi madu: Wong asor nanging sugih kepinteran. (orang rendahan, tapi kaya ilmu).
Belo metu seton: Melu anut grubyuk nanging ora ngerti karepe. (Ikut rusuh tetapi tidak mengerti kemauannya).
Iwak klebu ing wuwu: Wong sing kena apus kanthi gampang. (Orang yang mudah tertipu).
Jaran kerubuhan empyak: Wis kapok banget. (Sudah sangat jera).
Kacang ora ninggal lanjaran: Pakulinane anak lumrahe niru wong tuwa. (Tabiat anak mengikuti orang tuanya).
Kebo bule mati setra: Wong pinter nanging ora ono kang merlokake. (Dia pintar tetapi tidak ada orang yang membutuhkannya).
Palang mangan tandur: Dipercaya malah gawe rusak. (Dipercaya tetapi berkhianat atau membuat kerusakan).
Ati bengkong oleh oncong: Wong duwe niat ala, ana sing nyarujuki, oleh dalan. (Seseorang yang berniat jelek, ada yang mendukung dan memberi jalan).
Baladewa ilang gapite: Ilang kekuatane. (Hilang kekuatannya).
Dhemit ora ndulit, setan ora doyan: Tansah diparingi slamet. (Selalu diberi keselamatan).
Endhas gundhul dikepeti: Wis kepenak isih dienak-enake. (Sudah nyaman diberikan keistimewaan lagi).
Baca Juga: 4 Contoh Tembang Macapat Lengkap dengan Artinya
Itulah contoh tembung saloka yang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memahami bahasa Jawa. Materi ini menarik karena kalimatnya mengandung makna yang dalam dan menginspirasi. (DVA)
