12 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manfaat permainan tradisional dikenal memengaruhi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun sosial. Sayangnya, anak-anak zaman sekarang sudah jarang memainkannya. Bahkan banyak anak-anak yang lebih suka berdiam dibalik perangkat digital.
Padahal Indonesia memiliki banyak sekali permainan tradisional, baik yang bisa dimainkan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Membahas tentang permainan tradisional akan mengingatkan kembali tentang manfaat aktivitas ini bagi anak-anak.
Manfaat Permainan Tradisional
Contoh permainan tradisional yang ada di Indonesia antara lain congklak, engklek, gobag sodor, gasing, bekelan, betengan dan sebagainya. Perlengkapan atau lahan yang sudah tidak ada turut menyebabkan permainan tersebut makin jarang dilakukan.
Hal itu menimbulkan keprihatinan karena manfaat permainan tradisional baik bagi tumbuh kembang anak-anak, seperti yang dikutip dari Permainan Tradisional dalam Pembelajaran IPS SD, Hana Sakura Putu Arga dan Kawan-kawan (2020:78) berikut ini.
Melalui permainan tradisional, anak-anak melakukan banyak aktivitas gerak fisik yang bermanfaat bagi kebugaran tubuh anak dan memberikan keterampilan gerak baru pada anak.
Permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kecerdasan intelektual anak.
Permainan tradisional memfasilitasi pengembangan kecerdasan emosional dan antar personal anak untuk meningkatkan kemampuan mengatur diri, mengikuti peraturan orang lain dan mampu bekerja sama.
Permainan tradisional dapat meningkatkan daya kreativitas sehingga anak-anak lebih kreatif.
Permainan tradisional bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak.
Permainan tradisional merupakan sarana untuk mengembangkan kecerdasan majemuk anak, yaitu kecerdasan logika, kecerdasan kinestetik, kecerdasan natural, kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, dan kecerdasan spiritual.
Permainan tradisional juga dapat menstimulasi kecerdasan linguistik, kecerdasan matematika, dan kecerdasan natural.
Permainan tradisional memberikan kesenangan pada anak-anak.
Permainan tradisional memberikan kesempatan pada anak untuk belajar melakukan interaksi sosial dengan menjalin pertemanan yang multikultural.
Permainan tradisional membantu upaya mengembangkan kontrol objek, kemampuan lokomotor dan keterampilan dasar.
Permainan tradisional mengajarkan anak-anak untuk bersikap sportif dengan mengakui keunggulan temannya dan belajar menerima kekalahan.
Permainan tradisional mengajarkan agar anak-anak tidak mudah putus asa karena permainan harus diselesaikan, tidak boleh berhenti di tengah jalan.
Baca juga: 3 Contoh Permainan Tradisional di Indonesia
Itulah manfaat permainan tradisional untuk anak. Dengan manfaat yang banyak tersebut, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sekaligus memiliki kenangan masa kecil yang menyenangkan. (lus)
