13 Pitutur Jawa Kuno yang Bijak Beserta Artinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pitutur Jawa kuno pada dasarnya berisi kata-kata bijak yang dapat dijadikan pedoman hidup masyarakat. Umumnya, pitutur tersebut diambil dari kitab kuno yang berbahasa Jawa pada zaman dahulu.
Dikutip dari buku Belajar Bijak ala Orang Jawa, Asti Musman (2019 :3), pitutur Jawa lebih menekankan pada pengendalian diri, nasihat tentang ilmu sejati, hingga menghindari hedonism dengan laku prihatin.
Pitutur Jawa Kuno beserta Artinya
Dalam Pitutur Jawa kuno, ungkapan yang diberikan akan berisi kata bijak dengan makna dalam. Tak heran, jika masyarakat Jawa menerapkan nasihat yang terkandung di dalamnya pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu, simak contoh pitutur Jawa yang lengkap dengan artinya di bawah ini.
Aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa. (Jangan merasa paling bisa, tapi juga bisa dalam merasakan sekitar.)
Aja rumangsa paling utama, nanging bisaa tetulung marang sapadha. (Jangan merasa paling unggul, tapi tolong menolonglah pada sesama.)
Ati suci margining rahayu. (Hati yang suci menjadi jalan keselamatan manusia.)
Ala lan becik iku gandhengane kang mokal. (Kebaikan dan keburukan daling berhubungan dan tidak mungkin dipisahkan.)
Angulah lantiping manah, rina dalu den anedya, murih dados utami. (Berlatihlah dalam mengolah hati dan pikiran supaya menjadi manusia yang mulia.)
Elinga marang sangkan paraning dumadi. (Ingatlah darimana kita berasal, sehingga tahu ke mana akan berasal.)
Dodol tuna andum rejeki. (Seorang yang ikhlas membantu akan menularkan kebaikan.)
Emprit abuntut bedhug. (Suatu permasalahan yang dianggap kecil akan menjadi besar.)
Kebo nyusu gudel. (Orang tua menggantungkan hidupnya kepada anak.)
Kencana katon wingka. (Ketika seseorang memuji orang lain secara berlebihan, maka hal lain akan menjadi buruk.
Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi. (Tidak semua yang diinginkan hati akan terwujud.)
Kocak tandha lokak. (Orang yang banyak tingkah biasanya memiliki ilmu yang sedikit.)
Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka. (Jangan sombong akan kepintaran, nanti akan tersesat. Jangan berbuat curang nanti celaka.)
Baca Juga: 5 Contoh Pariwara dalam Bahasa Jawa dan Artinya
Demikianlah penjelasan mengenai beberapa pitutur Jawa kuno yang dapat dijadikan referensi. Semoga beramanfaat! (NUM)
