Konten dari Pengguna

14 Contoh Paribasa Sunda dan Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Paribasa Sunda. Sumber: Pexels/Renda Eko Riyadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Paribasa Sunda. Sumber: Pexels/Renda Eko Riyadi

Paribasa Sunda adalah ungkapan atau pepatah yang sering digunakan dalam bahasa Sunda untuk menyampaikan makna atau ajaran tertentu. Terdapat berbagai contoh paribasa sunda yang sering digunakan sehari-hari.

Paribasa ini sering kali mengandung nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, dan pengalaman kolektif masyarakat Sunda. Oleh karenanya, masih banyak masyarakat yang menggunakan ungkapan-ungkapan ini dalam keseharian.

Contoh Paribasa Sunda

Ilustrasi Contoh Paribasa Sunda. Sumber: Pexels/Yudha Mahendra

Mengutip dari buku Pemartabatan Bahasa Indonesia dalam Menghadapi Perubahan karya Donie Fadjar Kurniawan (2017), paribasa/peribahasa merupakan ungkapan tradisional atau idiom suku Sunda. Berikut adalah 23 contoh paribasa sunda beserta artinya.

  1. Adat kakurung ku iga: adat jeung sipat jalma nu goreng nu hese leungitna, henteu bisa diomean deui. Artinya: seseorang dengan kebiasaan buruk yang susah diperbaiki atau susah dihilangkan.

  2. Agul ku payung butut hartina: agul ku turunan atawa kokocoran luhur, biasana anu marake gelar raden, sanajan hirup kekerehet. Artinya: sombong dengan nasab atau keturunan walau hidup serba kekurangan.

  3. Lamun henteu ngakal moal ngakeul: lamun henteu daek usaha moal bisa barangdahar, jalma kudu digawe sangkan bisa hirup. Artinya: jika hidup tidak mau berusaha maka tak bisa makan, manusia mesti bekerja atau berpikir agar mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  4. Taya banda kinasihan: henteu aya nu dikorektkeun pikeun nyumponan kaperluan jang nu dipikanyaah. Artinya: tidak ada yang disisakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan seseorang yang disayang.

  5. Asa karagaragan bentang ti langit: atoh ku sabab meunang nugraha anu luar biasa. Artinya: bahagia luar biasa lantaran mendapatkan anugerah yang besar.

  6. Pabeurat-beurat beusi: nimbang-nimbang mana nu leuwih berat di antara dua pilihan. Artinya: menimbang sesuatu mana yang lebih baik atau berat, di antara dua pilihan.

  7. Dihin pinasti anyar pinanggih. Artinya: segala sesuatu atau semua peristiwa sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa.

  8. Gunung teu beunang dilebur, sagara teu beunang diruksak, buyut teu beunang dirempak. Artinya: gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak, dan jangan sejarah jangan sampai dilupakan.

  9. Nimu luang tina burang. Artinya: setiap peristiwa pasti ada sesuatu atau hikmah yang dapat diambil.

  10. Tina peurih jadi peurah. Artinya: bila kerja keras, kita akan mendapatkan hasil terbaik.

  11. Aya jurig numpak kuda: milik anu teu disangka-sangka. Artinya: mendapatkan rezeki yang datang tak terduga.

  12. Along-along bagja. Artinya: tidak jadi mendapat kebahagiaan

  13. Ambekna sakulit bawang. Artinya: seseorang yang cepat marah dan marahnya sangat lama.

  14. Ditiung méméh hujan. Artinya: punya arti sama dengan peribahasa Indonesia sedia payung sebelum hujan.

Baca juga: 15 Contoh Peribahasa dan Artinya untuk Anak SD Materi Bahasa Indonesia

Melalui contoh paribasa Sunda ini, generasi sebelumnya telah menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang berharga kepada generasi yang akan datang. Memahami dan menghargai paribasa Sunda tidak hanya membantu dalam memahami budaya sunda secara lebih mendalam, tetapi juga memberikan wawasan pengalaman hidup. (ARR)