15 Contoh Peribahasa dan Artinya untuk Anak SD Materi Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada pelajaran Bahasa Indonesia, ada banyak contoh peribahasa dan artinya untuk anak SD yang bisa dipelajari. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu.
Susunan kata-kata kiasan dalam peribahasa tercipta berdasarkan pengalaman kehidupan sehari-hari masyarakat. Mereka merasa perlu memberikan wawasan atas pengalaman tersebut kepada generasi penerusnya melalui suatu ungkapan, yaitu peribahasa.
Contoh Peribahasa dan Artinya untuk Anak SD
Dalam bahasa Indonesia, peribahasa juga dapat diartikan sebagai ungkapan yang tidak langsung. Bersifat metaforis atau kiasan dan digunakan untuk menyampaikan suatu pesan atau nasihat dengan cara yang ringkas dan penuh makna.
Berdasarkan buku Kumpulan peribahasa Indonesia dari Aceh sampai Papua untuk SD, SMP, SMA & Umum, Iman Budhi Santosa, 2009, inilah beberapa contoh peribahasa dan artinya untuk anak SD.
Ada asap ada api.
Artinya setiap peristiwa pasti memiliki penyebab dan akibat. Ini mengajarkan anak bahwa tindakan memiliki konsekuensi.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Artinya bahwa perbuatan baik akan selalu mendatangkan balasan yang setimpal.
Seperti katak dalam tempurung.
Artinya seseorang yang terlalu terpaku pada kebiasaan dan tidak mau mencoba hal-hal baru.
Ada udang di balik batu.
Artinya ada sesuatu yang tersembunyi atau rahasia yang perlu diungkapkan.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Artinya dengan usaha dan kerja keras, orang akan dapat mencapai tujuan atau keberhasilan.
Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri.
Artinya adalah lebih baik hidup di tanah air sendiri meskipun sulit, daripada hidup di tempat orang lain.
Bagaikan anjing dengan kucing.
Artinya adalah orang yang selalu bertengkar setiap saat.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Artinya selalu bersikap hormat dan menghargai lingkungan tempat tinggal atau bekerja.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.
Artinya adalah meskipun seseorang telah meninggal, hasil karyanya atau pengaruhnya masih bisa memberikan manfaat atau memberikan kesan di dunia.
Habis manis sepah dibuang.
Artinya orang yang tidak tahu berterima kasih atau tidak menghargai sesuatu yang telah diberikan.
Jauh di mata, dekat di hati.
Artinya adalah meskipun fisiknya jauh, tetapi kedekatannya terasa dalam hati.
Kacang lupa kulitnya.
Artinya orang yang melupakan bantuan atau bimbingan yang pernah diterima.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Artinya meskipun suatu perubahan terjadi perlahan-lahan, tapi tetap akan menghasilkan hasil yang besar.
Makan buah simalakama.
Artinya sedang terjebak dalam situasi sulit atau bingung memilih antara dua hal yang sama-sama sulit atau tidak diinginkan.
Nasi sudah menjadi bubur.
Artinya suatu tindakan yang sudah dilakukan tidak bisa dibatalkan atau dikembalikan.
Baca Juga: 5 Contoh Sesonggan Peribahasa Dalam Bahasa Bali
Dari beberapa contoh peribahasa dan artinya untuk anak SD tadi, siswa dapat memahami kosakata, makna kata, dan struktur kalimat. Peribahasa sering mencerminkan nilai-nilai, norma, dan tradisi budaya yang sangat baik untuk diajarkan sejak dini pada siswa SD. (DNR)
