15 Contoh Bunyi Lemah dan Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunyi merupakan getaran yang merambat melalui medium yang dapat didengar oleh telinga manusia. Setiap bunyi memiliki kekuatan yang berbeda-beda, seperti bunyi lemah. Salah satu contoh bunyi lemah adalah suara ketikan keyboard.
Hal ini disebabkan karena bunyi yang ditimbulkan berasal dari getaran yang lemah. Merujuk pada buku Fisika SMA, M. Ali Yaz, (2007:29), bunyi tidak dapat merambat pada ruang vakum karena di dalam ruang vakum tidak ada medium yang dijadikan tempat rambatan bagi regangan.
Contoh Bunyi Lemah yang Sering Ditemui
Bunyi lemah adalah bunyi yang memiliki intensitas rendah dan sulit didengar dari jarak jauh. Bunyi ini termasuk dalam kategori jenis bunyi yang memiliki amplitudo yang rendah yang merujuk pada tingkat getaran suara yang dihasilkan oleh sumber bunyi.
Banyak sumber dari bunyi lemah yang dapat dihasilkan, mulai dari aktivitas alamiah, seperti angin yang bertiup lembut, hingga aktivitas manusia, seperti langkah kaki yang ringan. Berikut contoh bunyi lemah yang sering ditemui dalam keseharian:
Desiran daun
Kerikil bergerak
Gemericik air
Bisikan angin
Suara jangkrik
Derasnya hujan
Gemuruh ombak
Peluit kembang api
Suara berlari
Jentikan jari
Bersiul
Berbisik
Gesekan telapak tangan
Desisan kertas
Suara jatuhnya ranting pohon
Meskipun tidak selalu disadari, bunyi lemah memiliki beberapa manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contohnya.
Membantu untuk fokus dan berkonsentrasi, seperti suara dedaunan yang tertiup angin.
Memberikan rasa tenang dan damai, seperti suara air yang mengalir.
Meningkatkan kreativitas, seperti suara musik yang pelan.
Membantu untuk tidur, seperti suara desiran daun.
Baca juga: Alasan Mengapa Ada Bunyi Keras dan Pelan dalam Sains
Mengenal Jenis Bunyi Kuat
Selain bunyi lemah, ada bunyi kuat yaitu bunyi yang memiliki intensitas tinggi dan mudah didengar dari jarak jauh. Getaran yang dihasilkan bunyi ini lebih besar dibandingkan dengan bunyi lemah, sehingga energi yang dibawa juga lebih besar. Bunyi kuat memiliki karakteristik berikut ini.
1. Intensitas
Intensitas bunyi diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi dengan intensitas di atas 90 dB, dapat berpotensi merusak pendengaran.
2. Frekuensi
Bisa rendah, sedang, atau tinggi. Namun, bunyi kuat sering dikaitkan dengan frekuensi rendah yang sering dirasakan sebagai gemuruh atau dentuman.
3. Jarak Pendengaran
Dapat didengar dari jarak jauh, tergantung intensitas dan lingkungan sekitar.
4. Efek pada Telinga
Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, sakit, bahkan kerusakan gendang telinga pada intensitas yang sangat tinggi.
Bunyi kuat biasanya terjadi dari suara alam, seperti petir, gempa bumi, erupsi gunung berapi, ombak besar, angin kencang. Bahkan bisa dihasilkan dari berbagai jenis kegiatan manusia, antara lain edakan, klakson mobil, pesawat terbang, konser musik, dan mesin industri.
Hasil dari bunyi-bunyian membawa dampak besar dalam kehidupan setiap orang. Seperti contoh bunyi lemah yang diulas di atas, merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang sering kali tidak disadari. Meskipun tidak sekuat bunyi kuat, bunyi lemah memiliki beberapa manfaat dan dapat memberikan efek positif bagi manusia. (VAN)
