15 Contoh Pantun Gurindam beserta Pengertian dan Ciri-cirinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beragam jenis karya sastra Bahasa Indonesia, baik fiksi maupun nonfiksi. Pantun gurindam merupakan salah satu jenis karya fiksi yang termasuk puisi lama. Baris-baris dalam contoh pantun gurindam mempunyai hubungan sebab-akibat.
Menurut beberapa peneliti sastra, gurindam bukanlah bentuk puisi asli Indonesia, melainkan berasal dari Tamil, India. Gurindam umumnya berisi nasihat. Gurindam hampir mirip dengan pantun, tetapi antara keduanya terdapat beberapa perbedaan.
Pengertian dan Ciri-Ciri Pantun Gurindam
Mengutip buku Pantun dan Puisi Lama Melayu, Eko Sugiarto, (2016: 63), gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama Melayu yang terdiri atas dua larik, mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh.
Di bawah ini merupakan ciri-ciri gurindam, yaitu:
Tiap bait terdiri atas dua larik atau baris.
Baris atau larik pertama merupakan sebab, sedangkan baris atau larik kedua merupakan akibat.
Gurindam memiliki rima yang berpola a-a, sehingga bunyi akhir antara larik pertama dengan larik kedua harus sama.
Gurindam selalu mengandung nasihat.
Contoh Pantun Gurindam
Seperti diketahui bahwa gurindam memang memiliki kemiripan dengan pantun. Namun, jika pantun terdiri atas 4 baris dan umumnya bersajak a-b-a-b, gurindam terdiri atas dua baris yang bersajak a-a.
Supaya lebih paham mengenai gurindam, simak beberapa contoh pantun gurindam di bawah ini:
Jika perut terlalu kenyang
Pikiran jernih akan mudah hilang
Apabila janji tidak ditepati
Orang tak akan percaya sampai mati
Dunia ini taman pergaulan
Harus dipilih sahabat kenalan
Hati orang yang dermawan
Tampak cantik bak bunga di taman
Barang siapa berbuat cermat
Maka hidupnya akan selamat
Jika ilmu tiada sempurna
Tiada berapa ia berguna
Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa
Membuat perkara amatlah mudah
Jika terjadi timbullah gundah
Jangan gemar berbuat dusta
Kelak dirimu mendapat nista
Barangsiapa berbuat khianat
Kelak Tuhan akan melaknat
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar
Perbuatan salah menyusahkan hati
Jangan lakukan sampaikan mati
Jaga hati jaga lisan
Agar terhindar dari penyesalan
Jika ingin hidup berilmu
Belajarlah tanpa kenal jemu
Beruntunglah orang yang berbudi
Hidupnya tenang tiada merugi
Baca juga: Jenis-Jenis Pantun Beserta Contohnya
Demikianlah pengertian, ciri-ciri, dan contoh pantun gurindam yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan pembaca. (ARN)
