Konten dari Pengguna

15 Dampak Negatif Erosi yang Harus Diwaspadai

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak negatif erosi. Sumber: pexels.com/AlejandroAlas.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak negatif erosi. Sumber: pexels.com/AlejandroAlas.

Dampak negatif erosi dapat terjadi perlahan namun pasti dan dapat terjadi secara tiba-tiba. Keduanya akan sama-sama merugikan makhluk hidup yang berada di sekitar lokasi erosi dan lokasi-lokasi yang dilalui material hasil erosi.

Dampak negatif ini penting untuk diketahui agar masyarakat bisa memilih lokasi rumah atau kebun yang aman dari erosi. Jika sudah telanjur, masyarakat dapat menggunakan informasi tersebut untuk melakukan pencegahan.

Dampak Negatif Erosi

Ilustrasi dampak negatif erosi. Sumber: pexels.com/AlexeiFedenkov.

Dikutip dari Erosi dan Konservasi Lahan, Bambang Agus Kironoto dan Kawan-kawan (2021:33), erosi adalah terangkutnya tanah oleh suatu media alami, misalnya air atau angin. Erosi terjadi dalam 3 tahap, yaitu pelepasan, pengangkutan dan pengendapan.

Keseluruhan tahapan erosi tersebut mengakibatkan kerugian pada daerah seputar terjadinya pelepasan partikel, daerah-daerah yang dilalui dalam proses pengangkutan material, dan daerah-daerah tempat terjadinya endapan.

Berikut adalah dampak negatif erosi yang memengaruhi beberapa sektor.

  1. Kehilangan nyawa dan harta benda.

  2. Kehilangan lapisan tempat akar tumbuhan yang dapat mencengkeram tanah dengan kuat sehingga tidak mudah tumbang.

  3. Kerusakan tanah dan mengakibatkan hilangnya unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

  4. Tanah yang rusak atau kurang subur dapat meningkatkan biaya produksi ketika akan mengolahnya atau menanaminya.

  5. Produktivitas tanah turun, bahkan tidak bisa digunakan lagi.

  6. Lahan pertanian dan perikanan yang dekat dengan tebing tertimbun tanah longsor. Jika volume tanah cukup besar maka akan sulit digunakan lagi.

  7. Menghilangnya mata air akibat longsor atau tertimbun tanah longsor.

  8. Menghilangnya mata air akan memperpanjang masa kekeringan.

  9. Berkurangnya kawasan hutan akibat meningkatnya keperluan membuka lahan baru untuk menggantikan lahan pertanian atau perumahan yang terkena erosi.

  10. Berkurangnya vegetasi dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan menyerap air hujan.

  11. Meningkatnya frekuensi dan volume banjir.

  12. Angka kemiskinan meningkat karena berkurangnya lahan pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri lainnya.

  13. Kerusakan rumah dan bangunan akibat genangan air yang tak kunjung surut seperti yang terjadi di wilayah pantura atau pantai utara Jawa akan mengakibatkan relokasi beberapa pemukiman.

  14. Kerusakan sarana dan prasarana publik seperti jalan dan jembatan.

  15. Pendangkalan waduk, sungai dan badan air lainnya akibat sedimentasi dari material hasil erosi.

Baca juga: 12 Contoh Erosi Glasial, Air, Angin dan Gelombang Laut

Itulah dampak negatif erosi yang ternyata sangat serius sehingga harus diwaspadai. Sebagian erosi merupakan peristiwa alam sehingga manusia hanya dapat meminimalisir dampaknya. Sebagian lagi merupakan ulah manusia sendiri. (lus)