17 Contoh Purwakanthi Guru Basa Jawa beserta Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sastra Jawa sudah ada sejak zaman dulu dan yang masih tetap lestari sampai saat ini adalah purwakanthi. Terdapat banyak jenis purwakanthi salah satunya adalah purwakanthi guru basa. Contoh purwakanthi guru basa Jawa ini juga sering digunakan sebagai ungkapan.
Susunan kata yang terdapat dalam purwakanti lebih indah dan ringkas sehingga masyarakat mudah mengingatnya. Kata purwakanthi berasal dari Bahasa Jawa, yaitu purwa yang artinya awalan dan kanthi yang artinya mengulang.
Pengertian Purwakanthi
Purwakanthi adalah karya sastra yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Mengutip dari buku Unsur-unsur Budaya dalam Babad Sekaten, Mulyono Atmosiswartoputra, (2021:201), pengertian purwakanthi adalah permainan kata atau bunyi dalam sebuah tulisan.
Tujuannya adalah agar membuat karangan tersebut menjadi lebih indah. Purwakanthi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu purwakanthi guru swara, yaitu didasarkan pada kemiripan atau kesamaan suara.
Kemudian purwakanthi guru sastra, yaitu didasarkan pada kesamaan huruf dan terakhir adalah purwakanthi lumaksita atau guru basa, yaitu pengulangan kata di bagian berikutnya.
Siswaharsaya adalah pengarang Babad Sekaten menggunakan purwakanthi untuk memperindah karangannya.
Contoh Purwakanthi Guru Basa
Agar lebih jelas memahami purwakanthi sebagai salah satu karya sastra Jawa, di bawah ini ada contoh purwakanthi guru basa.
Witing klapa, klapa mudha saumpama.
Remuk rempu, rempu dadi awu.
Asung bekti, bektine kawula marang gusti.
Bibis tasik, tasik madu wino tirto.
Nemu kembang, kembange wangi, wangine gawe keblinger.
Mangan ati, atine sing kelara-lara.
Kepingin tuku buku, bukune wis entek.
Durna putra, putra putri madukara.
Janur gunung, gunung geni lor ngayogya.
Raja putra, putra daleme Ngastina.
Carang wreksa, wreksa wilis tanpa patra.
Kejaduk tembok, temboke sing warna biru, birune kaya langit.
Witing tresna, tresnane mung sawetara.
Lungguh dhingklik, dhingklike wong cilik-cilik.
Nandhang lara, larane wong lara lapa.
Bayem arda, ardane ngrasuk busana.
Saking tresna, tresnane mung samudana.
Baca Juga: 4 Contoh Puisi Objektif dalam Bahasa Indonesia
Contoh purwakanthi guru basa di atas menggunakan pengulangan kata sehingga menjadi karya sastra yang menarik. Purwakanthi bisa diterapkan di jenis tulisan lainnya. Misalnya, pada karya Babad Sekaten. (GTA)
