Konten dari Pengguna

4 Contoh Puisi Objektif dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi objektif. Sumber: unsplash.com/ThoughtCatalog.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi objektif. Sumber: unsplash.com/ThoughtCatalog.

Contoh puisi objektif menunjukkan keberagaman karya sastra Indonesia. Puisi memberikan banyak pilihan cara bagi para penyair untuk mengekspresikan diri.

Puisi objektif menunjukkan berbagai sisi dari karya seorang penyair. Sebaliknya para peminat puisi memiliki banyak pilihan karya untuk dinikmati.

Contoh Puisi Objektif

Ilustrasi contoh puisi objektif. Sumber: unsplash.com/ThoughtCatalog.

Puisi adalah karya sastra yang berisi pikiran, gagasan, perasaan dan pengalaman seorang penyair. Puisi dapat mewakili diri, orang lain, masyarakat, bahkan hal-hal yang imajinatif. Salah satu bentuk karya puisi adalah puisi objektif.

Dikutip dari Pembelajaran Puisi untuk Mahasiswa, Mohd. Harun (2018:70), puisi objektif adalah puisi yang mengungkapkan hal-hal di luar diri penyair. Puisi objektif disebut juga puisi impersonal.

Dengan demikian, puisi yang menyebut kata aku bukan merupakan puisi objektif. Namun jika kata aku berada dalam kalimat langsung, maka itu bisa saja merupakan puisi objektif, tergantung dengan konteks isi puisi secara keseluruhan.

Berikut adalah contoh puisi objektif dalam bahasa Indonesia.

1. Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damano

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni.

Dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbungan itu.

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni.

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu.

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni.

Dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu.

2. Sihir Hujan karya Sapardi Djoko Damono

Hujan mengenal baik pohon, jalan dan selokan

Suaranya bisa dibeda-bedakan

Kau akan mendengarnya meski kau tutup pintu dan jendela

Meskipun sudah kau matikan lampu

Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan,

telah jatuh di pohon, jalan dan selokan

Menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh

waktu menangkap wahyu yang harus kau rahasiakan

3. Ayah Khong Guan karya Joko Pinurbo

Ayah sedang khusyuk menikmati remah-remah

sisa kenangan dalam kaleng Khong Guan

ketika rumahnya yang sunyi disambangi petugas

"Selamat malam.

Apakah kondisi kejiwaan Anda aman terkendali?

Ayah menjawab,

"Maaf saya sedang berbahagia.

Negara dilarang masuk ke dalam hati saya."

4. Pelarian karya Chairil Anwar

Tak tertahan lagi

remang miang sengketa di sini

Dalam lari

dihempaskannya pintu keras tak terhingga

Hancur luluh seketika

Dan paduan dua jiwa

Dari kelam ke malam

tertawa meringis malam menerimanya

Ini baru baru tercampung dalam gelita

"Mau apa? Rayu dan pelupa,

Aku ada!

Pilih saja!

Bujuk dibeli?

Atau sungai sunyi?

Mari! Mari!

Turut saja!"

Tak kuasa ... terengkam

Ia dicengkam malam.

Baca juga: 2 Contoh Puisi Berantai 7 Orang dalam Berbagai Tema

Contoh puisi objektif memberikan pemahamam bahwa penyair tak selalu membicarakan tentang dirinya. Orang lain dan seluruh peristiwa di dunia bisa menjadi sumber inspirasi. (lus)