Konten dari Pengguna

2 Ciri-ciri Hujan Frontal dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri hujan frontal, foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-ciri hujan frontal, foto: pexels.com

Hujan frontal adalah salah satu dari sekian banyak macam hujan. Ciri-ciri hujan frontal bisa diketahui dari beberapa tanda yang terlihat.

Selain itu, hujan ini tak terjadi di sembarang tempat, hanya pada daerah dengan iklim tertentu. Terjadinya hujan frontal pun menimbulkan dampak pada kelangsungan lingkugan sekitarnya.

Ciri-Ciri Hujan Frontal

Ilustrasi ciri-ciri hujan frontal, foto: pexels.com

Dikutip dari buku Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global karya Gatut Susanta (12:2007), hujan frontal muncul disebabkan oleh pertemuan dua masa udara yang berbeda temperaturnya, yakni massa udara dingin dan panas.

Hujan tersebut terjadi pada bidang front. Di sekitar bidang tersebut itulah kerap terjadi hujan lebat yang dikenal sebagai hujan frontal. Nah, untuk mengenalinya berikut beberapa ciri-cirinya:

1. Terjadi di Daerah Front

Ciri-ciri hujan frontal yang pertama, yakni terjadi pada daerah front. Daerah front ialah wilayah dimana terjadi pertemuan dua massa udara, yakni panas dan dingin. Tempat seperti ini biasanya ada di daerah lintang serta sub tropis.

2. Terjadi Karena Massa Udara Panas dan Dingin

Hujan front bisa saja terjadi di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia. Hal tersebut akan menyebabkan fenomena hujan es.

Ini terjadi karena kondensasi yang berasal dari sumber air membentuk awan dengan suhu terlampau dingin hingga mencapai nol derajat Celsius. Karena sangat dingin titik-titik airnya membeku hingga menjadi kristal es.

Dampak Hujan Frontal Bagi Lingkungan

Gambar ciri-ciri hujan frontal, foto: pexels.com

Hujan pada umumnya memiliki dampak bagi lingkungan, tak terkecuali hujan frontal. Dampak tersebut berupa dampak positif dan negatif, berikut ulasannya.

Dampak Positif Hujan Frontal

Jika dilihat lebih dekat, hujan frontal memiliki manfaat bagi lingkungan. Manfaat ini amat menguntungkan bagi manusia beserta mahluk lain yang hidup di daerah front.

  • Menyuburkan Tanah Daerah Front

Dengan terjadinya hujan frontal, tanaman yang terkena hujan tersebut menjadi memiliki lebih banyak pasokan air. Inilah mengapa tumbuhan akan makin subur.

  • Bentuk Pelepasan Kondensasi Dari Pendinginan Mendadak

Hujan front terjadi karena wujud pelepasan kondensasi yang disebabkan pendinginan mendadak. Apabila kondensasi itu tidak terjadi maka akan menjadi ancaman tersendiri.

Sebab awan hitam pekat terus menggantung di udara. Namun ketika hujan frontal terjadi, ancaman tersebut akan hilang dan langit kembali cerah.

Dampak Negatif Hujan Frontal

Selain memiliki manfaat, rupanya hujan frontal juga bisa menimbulkan efek buruk. Apalagi bila hujan ini terjadi dengan berlebihan dalam jangka waktu yang lama.

  • Merusak Tumbuhan

Kerusakan tanaman bisa terjadi apabila air dari hujan tak terserap dengan baik ke tanah. Dengan begitu tanaman bisa membusuk karena batang dan akarnya terlalu lama tergenang dengan air.

  • Merusak Bangunan

Terkadang fenomena hujan front dapat disertai hujan es. Ketika kristal es terlalu besar dan tajam maka akan merusak genteng maupun kaca. Bahkan bisa saja hujan es ini melukai seseorang.

  • Menyebabakan banjir

Hujan frontal juga bisa menimbulkan banjir layaknya hujan pada umumnya. Terlebih bila curah hujannya cukup tinggi dengan durasi yang lama.

Baca Juga: Mengenal Jenis Awan yang Mendatangkan Hujan dan Ciri-cirinya

Demikian tadi beberapa ulasan mengenai ciri-ciri hujan front dan dampaknya bagi lingkungan. Meski bisa terjadi di Indonesia, namun hujan frontal ini paling sering terjadi di wilayah iklim sub tropis. (SLM)