Konten dari Pengguna

2 Contoh Ceramah 10 Hari Terakhir Ramadan Singkat dan Penuh Makna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh ceramah 10 hari terakhir. Sumber foto: Pixabay/mufidpwt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh ceramah 10 hari terakhir. Sumber foto: Pixabay/mufidpwt

Adanya 10 hari terakhir Ramadan merupakan momentum penting di bulan suci, yang seringkali diisi dengan berbagai acara keagamaan dan ceramah. Oleh karena itu, contoh ceramah 10 hari terakhir Ramadan dapat digunakan untuk referensi bagi penceramah.

Ceramah termasuk salah satu sarana untuk melakukan syiar agama. Biasanya kegiatan ini banyak diadakan di bulan Ramadan, dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan kualitas iman bagi umat muslim.

Ceramah 10 Hari Terakhir Ramadan Penuh Makna

Ilustrasi contoh ceramah 10 hari terakhir. Sumber foto: Pixabay/mufidpwt

Ceramah Ramadan adalah cara yang efektif untuk menyalurkan pesan dan nilai-nilai Islam kepada khalayak luas. Terlebih pada sepuluh hari terakhir di bulan suci ini, kegiatan ceramah memiliki banyak manfaat untuk menambah pengetahuan para muslim tentang prespektif Islam.

Namun pada pelaksanaannya, tidak jarang penceramah kesulitan dalam menyusun teks tausiah yang akan disampaikan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, di bawah ini merupakan contoh ceramah 10 hari terakhir Ramadan singkat dengan berbagai tema dikutip dari buku Pidato Empat Bahasa, Tim Guru Bahasa SICC, (2019:2-15).

Contoh 1

Sabar

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kita kepada Allah Swt, salawat serta salam tak lupa kita kepada baginda alam yakni habibana wanabiyyana Muhamad saw.

Bapak dan Ibu hadirin sekalian yang saya cintai, saya di sini akan menyampaikan ceramah tentang sabar.

Sabar adalah suatu sikap yang di sukai oleh Allah Swt. Misalnya berpuasa, ketika puasa kita dilatih untuk selalu sabar dengan menahan rasa lapar maupun haus. Selain itu, tentunya banyak lagi sikap sabar bukan puasa saja.

Sebab di kehidupan sehari-hari banyak sekali hal yang harus dilakukan dengan menerapkan perilaku sabar. Beberapa contohnya antara sabar ketika sedang mengantre dan sabar saat tengah menghadapi masalah di pekerjaan.

Sekian dari saya mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan.

Walbilahi taufik wal hidayah.

Wasalamualaikum Wb. Wb.

Contoh 2

Manusia Modern dalam Pandangan Islam

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt, yang tanpa hentinya memberikan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita semua hingga saat ini. Tak lupa shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw serta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman kelak.

Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menyampaikan ceramah yang berjudul “orientasi manusia modern”

Hadirin yang berbahagia,

Telah banyak kita lihat bahwa kehidupan modern telah menyeret manusia dalam kesibukan yang menguras banyak waktu. Jatah istirahat berkurang, juga padatnya jam kerja yang semua berorientasi pada dunia semata.

Manusia modern menginvestasikan jatah waktunya untuk bekerja, menguras waktu demi uang yang mereka pikir akan membawa kebahagiaan. Manusia berpikir bahwa uang adalah unsur kebahagiaan. Padahal jelas bahwa uang tak pernah menjamin kebahagiaan seseorang.

Dengan uang kita memang mampu membeli rumah, tapi bukan ketenangan, dengan uang kita memang mampu membeli obat, tapi bukan kesehatan, dengan uang kita mampu membeli buku, tapi bukan ilmu.

Secara logika uang memang membeli apapun, tapi bukan berarti sesuatu yang mampu kita beli itu akan mengeluarkan kita dari zona kegelisahan. Banyak orang kaya stress, sakit-sakitan, dan banyak problema lain yang dialami oleh mereka yang hanya berorientasi pada dunia semata.

Hadirin yang saya hormati,

Telah dijelaskan dalam surat Al-Qasas bahwa seharusnya manusia berorientasi pada akhirat, sebelum dunia. Mendahulukan akhirat dan tak melupakan sebagian dari dunia. Bekerja memang diwajibkan, karena tanpa uang manusia tak akan mampu membeli berbagai hal. Akan tetapi bukan berarti uang sebagai satu-satunya alat pemuas kehidupan.

Uang yang telah berhasil dicari wajib disedekahkan, sehingga dari hal tersebut tak akan melupakan kita pada kampung akhirat. Sejatinya apapun yang kita cari tetap tujuannya adalah akhirat. Bekerja dan mencari ilmu untuk akhirat. Sebuah kalimat bijak mengatakan,

"Beribadahlah untuk akhiratmu seolah engkau mati esok dan bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya."

Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu kita bersama. Apabila ada kesalahan saya memohon maaf dengan sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Baca Juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan

Itu tadi contoh ceramah 10 hari terakhir Ramadan yang menarik. Melalui contoh teks tausiah ini semoga dapat memberikan inspirasi bagi umat muslim, untuk meningkatkan kualitas diri dan memperdalam ibadah di bulan suci Ramadan. (Riyana)