2 Contoh Drama Pendek dengan Berbagai Tema

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika masa sekolah, pastinya sering kali siswa akan diminta oleh guru bahasa Indonesia mereka untuk membuat drama pendek. Namun, tidak banyak siswa mengetahui cara membuat drama pendek yang menarik. Apa saja contoh drama pendek?
Menurut buku Bidikan Jitu US SD 2015, Tim Tentor Jitu (2015:26), drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menampilkan pertikaian atau konflik dan emosi melalui sebuah dialog. Drama biasa dipentaskan di sebuah panggung.
Selain itu, drama juga diartikan sebagai ragam sastra dalam bentuk dialog yang dibuat untuk mempertunjukkan sebuah pentas seni. Maka dalam setiap drama, baik drama bercerita panjang atau pendek, memiliki dialog yang mengandung jalan cerita.
2 Contoh Drama Pendek
Dialog yang ada dalam sebuah drama pendek harus mengandung makna dan jalan cerita yang jelas. Tidak banyak orang mengetahui hal ini sehingga sebuah contoh drama pendek akan membantu seseorang mendapatkan gambaran dalam menulis naskah drama.
1. Drama Pilihan Anak
Ani sudah memasuki kelas tiga SMA dan sebentar lagi akan lulus serta melanjutkan kuliah. Pada hari Sabtu, ketika semua anggota keluarga sedang berada di rumah, seperti ayah, ibu, dan nenek menanyakan keputusan Ani tentang jurusan yang diminati. Tetapi ayah dan ibu memiliki keinginan untuk Ani memasuki jurusan sesuai keputusan mereka.
Ayah: Ani, bagaimana keputusanmu tentang jurusan kuliah yang mau diambil?
Ani: Sudah, Ayah.
Ibu: Jadi, jurusan apa yang kamu ambil, Nak? (datang ke ruang makan sambil membawa makan malam)
Ani: Sudah kuputuskan, aku akan mengambil jurusan seni.
Ayah: Jurusan seni? Kenapa jurusan itu? Mau jadi apa kamu nanti setelah lulus?
Ibu: Iya lo nak, kamu mau kerja apa setelah lulus nanti? Kuliah itu jangan cuma cari senangnya saja tapi kamu harus perhatikan juga masa depan nantinya.
Nenek: Kenapa Ani ingin sekali jurusan seni?
Ani: Ani ingin mengembangkan bakat Ani untuk menjadi seorang pelukis, Nek.
Ibu: Itu kan bisa kamu lakukan tanpa harus kuliah. Kamu bisa melukis sambil kuliah jurusan yang lain, kan. (menampilkan wajah kesal).
Ayah: Benar kata ibu, Ani. Dengarkan itu! Ayah tidak mau membiayai kuliah kamu jika kamu memilih jurusan seni. Ayah maunya kamu kuliah jurusan bisnis saja.
Ani: Tapi, Yah?.. (menampilkan raut wajah kesal dan terheran)
Ibu: (Memotong debatan Ani) Sudah, ibu maunya kamu nanti setelah lulus kuliah bisa bekerja di kantor. Lihat sekarang, di zaman sekarang mana ada pelukis yang hidupnya sejahtera?
Nenek: Ayah dan Ibumu memang ada benarnya, Ani. Pikirkan kembali, jangan sampai kamu menyesal. Soal bakat kan kamu bisa mengasahnya di luar jurusan seni.
Ayah: Itu benar. Nanti kamu bisa ikut kegiatan kampus yang mengandung unsur seni.
Ani: Baiklah, Ayah, Ibu. Ani akan coba pikirkan lagi nanti (menunduk lesu, sambil merenung).
2. Drama Lupa Membawa Buku Tugas
Jam 12.00 ketika pelajaran IPA, Dina lupa membawa buku tugasnya sehingga Bu Risma menghukumnya di depan kelas.
Dina: Aduh, aku lupa membawa buku tugasnya. (muka kesal)
Ina: Kenapa bisa tertinggal Dina? Nanti kamu bisa dihukum oleh Bu Risma kalau kamu tidak mengumpulkan tugasnya.
Dina: Iya nih, coba deh aku telpon rumah, siapa tau ada orang rumah yang bisa mengantarkan buku itu. (bergegas ke ruang tata usaha untuk meminjam telpon dan menelpon).
Dina: Kenapa tidak ada yang mengangkat ya? (mencoba sekali lagi)
(Tidak lama bel berbunyi, dan Dina terpaksa kembali ke kelas)
Ina: Bagaimana? Sudah ada yang mengantar?
Dina: Tidak ada yang mengangkat telpon, yah sudah nanti aku akan jujur saja dan menerima hukumannya.(muka sedih)
(Bu Risma masuk ke kelas)
Bu Risma: Baik, anak-anak silahkan kumpulkan buku tugas yang berisi tugas kemarin. Siapa yang tidak mengerjakan tugas ?
Dina: (mengangkat tangan) Maaf Bu Risma, buku tugas saya tertinggal sehingga tidak bisa mengumpulkan tugas saya, bu.
Bu Risma: (muka kecewa) ya sudah, setidaknya kamu sudah jujur, silahkan berdiri di depan kelas hingga waktu jam pelajaran selesai, ya.
Dina: Baik, Ibu. (Bergegas keluar kelas dan berdiri)
Baca Juga: 2 Contoh Naskah Drama Persahabatan Singkat dan Menarik
Demikian beberapa contoh drama pendek yang bisa menjadi inspirasi dalam menulis naskah drama yang unik. Pastikan setiap dialog ditulis dengan kalimat dan alur cerita yang singkat agar tidak terlalu panjang.(AYA)
