Konten dari Pengguna

2 Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional pada Program

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh jurnal pembelajaran sosial emosional, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh jurnal pembelajaran sosial emosional, foto:pexels

Jurnal pembelajaran sosial emosional menjadi salah satu tugas yang dimuat pada program PPG. Tugas ini dibuat untuk dapat mengembangkan kompetensi sosial serta emosional yang dimiliki oleh guru. Oleh karena itu, bagi yang memngikuti program PPG penting mengetahui contoh jurnal pembelajaran sosial emosional.

Melalui jurnal ini diharapkan guru dapat menerapkan dalam pembelajaran di kelas. Dengan demikian guru dapat menjadi fasilitator yang baik untuk peserta didiknya.

Kumpulan Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional

Ilustrasi contoh jurnal pembelajaran sosial emosional, foto:pexels

Mengutip dari buku, Asesmen Pendidikan Karakter Anak, Erna Budiarti (2023:138), pengembangan keterampilan sosial emosional menjadi program pembelajaran sosial emosional yang membantu siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan seperti kesadaran diri dan manajemen diri.

Selain itu juga mengembangkan kesadaran sosial, keterampilan hubungan, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Agar dapat menerapkan program pembelajaran ini, maka pada program PPG (Pendidikan Profesi Guru) diberikan tugas untuk membuat contoh jurnal pembelajaran sosial emosional.

Untuk dapat membuat jurnal ini dengan tepat, berikut beberapa contohnya yang penting diketahui.

1. Contoh 1

Pendahuluan

Pembelajaran Sosial dan Emosional merupakan pendekatan yang sangat penting pada pendidikan modern. Melalui pembelajaran ini siswa tidak hanya belajar keterampilan akademik, namun juga keterampilan sosial dan emosional. Keterampilan sosial dan emosional dibutuhkan untuk pengembangan diri dan profesional siswa.

Penerapan dalam Pembelajaran

Diterapkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahun Sosial pada kelas VII dengan tema Kondisi Geografis dan Pelestarian SDA.

Perencanaan Kegiatan

Kegiatan pembelajaran sosial dan emosional di sekolah dirancang atas dasar kerangka CASEL yang meliputi beberapa komponen berikut.

  • Kesadaran diri (self-awareness): mengenali emosi diri sendiri, kelebihan, serta kekurangan.

  • Pengelolaan diri (self-management): mengatur emosi dan perilaku.

  • Kesadaran sosial (sosial awareness): memahami perspektif orang lain dan menunjukkan empati.

  • Keterampilan relasional (relationship skills): membangun hubungan yang sehat serta saling menguntungkan.

  • Pengembangan keputusan yang bertangung jawab (responsible decision-making): membuat pilihan berdasarkan standar etika dan tanggung jawa sosial.

Pelakasanaan Kegiatan

  • Kesadaran diri (self-awareness): siswa diminta menjawab mengenai perasaan pada hari ini.

  • Pengelolaan diri (self-management): berdoa sebelum dan sesudah belajar.

  • Kesadaran sosial (sosial awareness): diskusi kelompok mengenai berbagai topik sosial.

  • Keterampilan relasional (relationship skills): kegiatan kolaboratif seperti projek kelompok dan permainan tim.

  • Pengembangan keputusan yang bertangung jawab (responsible decision-making): skenario studi kasus di mana siswa harus membuat keputusan berdasarkan situasi.

Hasil dan Observasi

Kegiatan pembelajaran sosial dan emosional dapat memberikan dampak positif pada siswa. Mulai dari pengendalian emosi sampai cara pengembilan keputusan siswa yang dapat dilakukan secara baik.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Pembelajaran sosial dan emosional memainkan peran penting dalam pengembangan karakter siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

2. Contoh 2

Pendahuluan

Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) yaitu pendekatan pendidikan yang membantu siswa mengembangkan pendidikan dan mengembangkan keterampilan dalam mengelola emosi. Selain itu juga untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Pencapaian Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

  • Peningkatan perilaku positif

  • Penurunan perilalaku negatif

  • Penurunan tingkat stres

  • Peningkatan perilaku akademik siswa

Refleksi Pengelaman Bermakna

  • Berhubungan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh siswa di kelas. Hal ini agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis.

  • Berkaitan dengan poin pertama perubahan yang akan diterapkan di kelas dan sekolah bagi siswa.

Hal Mendasar dan Penting yang Telah Dipelajari

  1. Menerapkan 5 KSE yaitu kesadaran diri, managemen diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

  2. Menerapkan praktik kesadaran penuh dengan memakai teknik STOP (Stop, Take a breath, Observedan Proceed) atau teknik lain yang sesuai.

  3. Menerapkan 4 indikator PSE yang berhubungan dengan kelas dan sekolah seperti pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, serta penguatan KSE pendidikan dan tenaga kependidikan di sekolah.

Perubahan yang Akan Diterapkan di Dalam Kelas

  1. Memberikan pengajaran eksplisit dalam kegiatan korikuler dan ekstrakurikuler.

  2. Menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah melalui praktik guru dan gaya interaksi dengan siswa. Kemudian mengubah peraturan ke arah positif yang diharapkan sekolah dengan disiplin positif.

Melalui contoh jurnal pembelajaran sosial emosional dapat digunakan sebagai referensi dalam membuat jurnal pembelajaran tersebut secara tepat. Contoh ini sangat dibutuhkan bagi seseorang yang sedang menjalani program PPG. (PAM)

Baca Juga: Pengembangan Tujuan Pembelajaran dan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran