Konten dari Pengguna

2 Contoh Morfem Terikat dalam Bahasa Indonesia serta Definisinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Morfem Terikat. Sumber: Pixabay/ felix_w
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Morfem Terikat. Sumber: Pixabay/ felix_w

Dalam kajian Bahasa Indonesia, terdapat beberapa contoh morfem terikat. Dalam ilmu linguistik, morfem sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis jika dibedakan berdasarkan hal-hal pembedanya.

Salah satu jenis morfem yang cukup populer adalah morfem yang dibedakan berdasarkan kebebasannya, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Di lain sisi, morfem juga bisa dibedakan berdasarkan keutuhannya, maknanya, pembentuknya, dan dasar dalam pembentukan kata.

Definisi Morfem Terikat

Ilustrasi Contoh Morfem Terikat. Sumber: Pixabay/ congerdesign

Sebelum membahas lebih jauh mengenai morfem terikat, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu morfem. Morfem adalah satuan bahasa paling kecil yang memiliki makna atau dapat membantu pembentukan sebuah makna.

Sedangkan morfem terikat, dikutip dari buku Morfologi dalam Ilmu Bahasa, Isodarus Praptomo Baryadi (2011:13), adalah jenis morfem yang tidak bisa berdiri sendiri apabila tidak digabung dengan morfem lain lebih dulu, sehingga tidak bisa digunakan dalam frasa atau kalimat.

Contoh Morfem Terikat

Ilustrasi Contoh Morfem Terikat. Sumber: Pixabay/ DariuszSankowski

Contoh morfem terikat bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni morfem terikat morfologis dan morfem terikat sintaksis. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Morfem Terikat Morfologis

Morfem terikat morfologis adalah jenis morfem yang tidak memiliki makna kecuali dia terikat dengan morfem lain. Misalnya seperti awalan (prefiks), akhiran (sufiks), sisipan (infiks), konfiks.

Contoh morfem terikat morfologis adalah sebagai berikut:

  • Me- : Menulis, meminum, memakan, melakukan, meniup, dan lainnya.

  • Ber- : Berlari, berjalan, bernyanyi, bertelur, bertani, bergulat, dan lainnya.

  • Di - : Dihukum, dipilih, dibuang, digunting, dimakan, diminum, dan lainnya.

  • - kan: Berikan, bersihkan, tawarkan, turunkan, belikan, bacakan, dan lainnya.

  • - i: Alami, amati, danai, bumbui, hiasi, bubuhi, dan lainnya.

  • - an: Tanaman, lapangan, harian, timbangan, lukisan, gambaran, besaran, dan lainnya.

  • - el - : Jelajah, gelembung, leluhur, melaju, selidik, telunjuk, telapak, dan lainnya.

  • - em - : Gemetar, gemuruh, jemari, kemilau, kemelut, gemilang, dan lainnya.

  • Ke - … - an: Kebahagiaan, kerajaan, kementerian, kelurahan, keadaan, kekuatan, dan lainnya

  • Per - … - an: Perjuangan, penjajahan, perjalanan, pengiriman, pedalaman, dan lainnya.

2. Morfem Terikat Sintaksis

Morfem terikat sintaksis adalah morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan harus terikat dengan morfem lain dalam frasa atau kalimat.

Contoh morfem terikat sintaksis adalah sebagai berikut:

  • - lah: Bacalah, makanlah, minumlah, bukalah, terbanglah, bawalah

  • - pun: Bagaimanapun, ataupun, jikapun, biarpun, meskipun

  • - kah: Benarkah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.

  • - tah: Rugitah, panjangtah dan lainnya

  • - ku dan - mu: Gelasku, piringmu, bukumu, pensilku, dan lainnya.

  • - nya: Hebatnya, besarnya, semangatnya, tabahnya, dan lainnya.

Demikian ulasan mengenai contoh morfem terikat dalam Bahasa Indonesia serta definisinya. Semoga dengan membaca artikel ini, pemahaman mengenai materi morfem menjadi lebih dalam lagi. (YAS)

Baca juga: Jenis-Jenis Morfem beserta Contohnya yang Wajib Diketahui