2 Contoh Negosiasi Bisnis dan Strukturnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Negosiasi merupakan salah satu bidang yang harus dikuasai oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan negosiasi bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sesuatu. Berbagai contoh negosiasi bisnis dapat dipelajari dengan mudah melalui situs internet.
Tidak hanya melalui internet, negosiasi juga bisa dipelajari secara langsung dengan mengamati lingkungan sekitar. Biasanya, negosiasi sering terjadi di tempat-tempat pusat perbelanjaan, seperti pasar tradisional, pasar modern, mall, dan lain sebagainya.
Contoh Negosiasi Bisnis
Mengutip buku yang berjudul Negosiasi Dan Komunikasi, Dr. dr. A.J. Djohan, MM (2021:5), secara etimologi kata negosiasi berasal dari “negotior” yang berarti berbisnis. Jadi, tidak heran jika negosiasi bisa ditemukan saat berbisnis dengan orang lain. Contoh negosiasi bisnis bisa ditemukan dalam bentuk teks atau percakapan.
Berikut beberapa contoh teks dalam negosiasi bisnis yang bisa dijadikan referensi untuk bahan pembelajaran.
1. Contoh Teks Negosiasi dalam Kantor
Orientasi
Manager: “Siang Linda”
Copywriter : “Siang pak, ada yang bisa dibantu?”
Pengajuan
Manager : “Tolong ya kerjakan artikel ini”
Copywriter : “Untuk deadline-nya kapan ya pak?”
Manager: “Deadline artikelnya siang ini, bisa kan?”
Penawaran
Copywriter: “Maaf pak kalau untuk siang ini belum bisa saya rampungkan, soalnya saya lagi menggarap artikel untuk press release acara siang ini pak. Saya minta keringanan sampai besok siang apakah bisa pak?”
Manager: “Aduh, tidak bisa besok siang. Besok siang sudah harus naik ke redaksi artikelnya.”
Copywriter: “Kalau besok pagi apakah bisa pak?”
Manager: “Boleh deh besok pagi. Ditunggu ya”
Penutup
Copywriter : “Baik pak, akan saya serahkan besok pagi ya pak.”
2. Contoh Teks Negosiasi di Bank
Orientasi
Pegawai bank: “Selamat pagi, bu.”
Nasabah: “Pagi, pak”
Pengajuan
Pegawai bank: “Ada yang bisa saya bantu?”
Nasabah: “Saya ingin mengajukan peminjaman uang untuk kebutuhan usaha. Apakah bisa?”
Pegawai bank: “Bisa, bu.”
Penawaran
Pegawai bank: “Di bank kami ada dua jenis peminjaman uang.”
Nasabah: “Dua-duanya sama-sama bagus, pak? Yang paling rekomendasi yang mana pak?”
Pegawai bank: “Iya, bu, sama-sama bagus. Kalau yang A uang yang dapat dipinjam sebesar 5 juta. Sedangkan yang B, uang yang dapat dipinjam 10 juta.”
Nasabah: “Kalau yang A, syarat-syarat yang dibutuhkan apa saja?”
Pegawai bank: “Hanya BPKB kendaraan bermotor saja, bu dan bunganya sebesar 2,5%.”
Nasabah: “Untuk jaminannya, apakah bisa selain BPKB kendaraan bermotor?
Pegawai bank:”Belum bisa, bu.”
Nasabah: “Batas waktu cicilannya berapa bulan?”
Pegawai bank: “Untuk batas cicilannya selama 5 bulan.”
Nasabah: “Terima kasih atas informasinya, pak. Mungkin lain waktu saya baru bisa meminjam uang.”
Persetujuan
Pegawai bank: “Apa ibu sudah benar-benar yakin?”
Nasabah: “iya pak”
Penutup
Pegawai bank: “oke baik ibu tidak apa-apa. Sampai jumpa kembali.”
Nasabah: “Baik, pak. Sekali lagi saya terima kasih.”
Stuktur Teks Negosiasi
Dalam pembuatan teks negosiasi memerlukan struktur yang baik dan benar. Struktur teks negosiasi sendiri terdiri dari:
Orientasi: berfungsi untuk mengawali pembicaraan. Bisa dilakukan dengan cara menyapa, menanyakan kabar dan lainnya.
Pengajuan: di sini karyawan atau pembeli bisa mengajukan tawaran untuk bernegosiasi lebih lanjut.
Penawaran: bagian dari proses negosiasi untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Sesi ini menjadi sesi penentu apakah negosiasi berhasil atau tidak.
Persetujuan: tahap ini merupakan tahap penerimaan hasil dari negosiasi yang dilakukan di antara kedua belah pihak.
Penutup : Setelah mendapatkan hasil, negosiasi bisa ditutup dengan mengucapkan terima kasih atau ucapan salam.
Baca Juga: Contoh Persuasi, Ciri, dan Struktur Teks Persuasi
Demikian contoh negosiasi bisnis dan strukturnya yang bisa digunakan untuk memperoleh kesepakatan bersama. Semoga membantu.
(LFP)
