Konten dari Pengguna

2 Contoh Penelitian Tindakan Kelas Bagian Abstrak

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Penelitian Tindakan Kelas Bagian Abstrak. Sumber: Pexels/Mohammad Danish
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Penelitian Tindakan Kelas Bagian Abstrak. Sumber: Pexels/Mohammad Danish

Contoh penelitian tindakan kelas dapat diperhatikan dan dijadikan referensi oleh guru atau pengajar di sekolah untuk meningkatkan metode pembelajaran. Terdapat berbagai manfaat dan tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini.

Pada dasarnya tujuan utama dari PTK atau penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui perbaikan berkelanjutan. Hal ini tentu didasarkan pada refleksi dan tindakan yang dilakukan secara sistematis.

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Bagian Abstrak

Ilustrasi Contoh Penelitian Tindakan Kelas Bagian Abstrak. Sumber: Pexels/Lukas

Mengutip buku Penelitian Tindakan Kelas karya Anjani Putri Belawati Pandiangan (2019:6) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang melakukan tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya melalui refleksi diri dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa meningkat. Ada berbagai contoh penelitian tindakan kelas bagian abstrak yang dapat diperhatikan guru.

Penelitian tindakan kelas adalah alat yang sangat efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru, meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan merespons dinamika yang terjadi dalam konteks pembelajaran di kelas. Berikut beberapa contoh dari bagian abstrak penelitian tindakan kelas yang dapat diperhatikan.

Contoh 1

Judul: Meningkatkan Minat Baca Siswa Melalui Penggunaan Teknik Diskusi Terarah dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa melalui penerapan teknik diskusi terarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII-A SMP Nusantara. Masalah yang diidentifikasi adalah rendahnya minat baca siswa terhadap bahan bacaan yang diberikan, yang kemudian mempengaruhi pemahaman dan apresiasi terhadap karya sastra.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, dan angket. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis tematik.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat baca siswa setelah penerapan teknik diskusi terarah. Pada awal penelitian, hanya 30% siswa yang menunjukkan minat dalam membaca, namun pada akhir siklus ketiga, persentase tersebut meningkat menjadi 80%. Selain itu, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan apresiasi siswa terhadap karya sastra yang dibahas.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan teknik diskusi terarah efektif dalam meningkatkan minat baca siswa serta memperbaiki pemahaman dan apresiasi mereka terhadap karya sastra. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penerapan metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif untuk meningkatkan minat baca siswa di sekolah.

Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa dalam mengembangkan literasi dan apresiasi sastra.

Contoh 2

Judul:

Meningkatkan Hasil Belajar Berbicara Bahasa Inggris Melalui Metode Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 275 Jakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012

Abstrak

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai bahasa Inggris, khususnya pada aspek keterampilan berbicara, siswa kurang berani,takut dan kurang percaya diri untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar berbicara bahasa Inggris pada pokok bahasan descriptive text pada siklus 1 dan procedure text pada siklus 2, dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2011, bertempat di kelas VII 1 SMP Negeri 275 Jakarta. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri dari tiga kali pertemuan dalam satu siklus, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data berupa dokumen hasil pekerjaan siswa, daftar nilai dan lembar observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode kooperatif tipe Jigsaw terjadi suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga hasil belajar siswa meningkat, yaitu dari hasil siklus I ke Siklus II terdapat peningkatan, pada siklus 1 jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas adalah 14 siswa atau 58,33 %, nilai tidak tuntas pada siklus 1 adalah 10 siswa atau 41,67 %, sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan nilai tuntas yaitu menjadi 22 siswa atau 91,66 % terjadi peningkatan 33,33 %. Disimpulkan bahwa metode kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar berbicara bahasa Inggris.

Dengan memahami contoh penelitian tindakan kelas bagian abstrak, diharapkan guru atau pengajar dapat membuat penelitian tindakan kelas yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Dengan menggunakan pendekatan ini, guru dapat terlibat secara aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas sambil secara sistematis. (BAI)

Baca juga: Contoh Kerangka Berpikir Penelitian Kualitatif untuk Proposal Penelitian