Konten dari Pengguna

2 Contoh Puisi Berantai Lucu yang Singkat dan Bermakna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Puisi Berantai Lucu. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ksenia
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Puisi Berantai Lucu. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ksenia

Ada beberapa contoh puisi berantai lucu yang dapat dijadikan referensi untuk dibacakan dan menghibur. Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat dengan matra, rima, irama, penyusunan larik dan bait.

Puisi biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan, emosi, dan pengalaman yang dimiliki oleh penulis. Puisi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu puisi modern, puisi klasik, dan puisi bebas.

Contoh Puisi Berantai Lucu

Contoh Puisi Berantai Lucu. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Alvaro

Puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh pola rima ataupun irama. Salah satu contoh puisi yang termasuk dalam puisi bebas adalah puisi berantai.

Dikutip dari buku Multiple Intelligence, Nida'ul dkk (2018: 33), puisi berantai adalah gabungan beberapa puisi yang dibacakan oleh beberapa orang dengan peran dan tema yang berbeda-beda.

Puisi berantai paling sedikit dibawakan oleh 2 orang. Puisi berantai biasanya mengangkat topik yang lucu, sehingga cocok didengarkan saat seseorang membutuhkan hiburan untuk tertawa.

Mekanisme puisi berantai hampir mirip dengan drama, karena sama-sama memerankan suatu peran. Namun bedanya terletak pada dialog yang disampaikan.

Selain itu, puisi berantai hanya membacakan sesuai peran, tanpa benar-benar melakukan peran. Berbeda dengan drama, yang harus sambil berperan.

Berikut adalah dua contoh puisi berantai lucu yang dapat dijadikan referensi untuk dibacakan dan menghibur.

1. Puisi 1

Petani:

Karena uang sudah di lipat di bawah meja,

hingga meja pun tak bisa melihatnya.

Sudah letih menggarap sawah, hasil tak ada,

pajak pun hanya mengenyangkan perut pejabat yang seperti…

Maling:

Monyet, aku terbiasa disebut monyet,

panjang tangan dan sebutan indah lainnya.

Nyawa menjadi pertaruhan,

demi sesuap nasi untuk mengenyangkan…

Petani:

Perut pejabat gendut – gandut,

dalam perutnya ada emas rakyat,

ada beras petani ada pajak para pedagang kecil…

Lihat kami, sengsara merasakan…

Caleg:

Kebahagiaan besar untuk kami,

mampu memperjuangkan hak-hak para petani,

hak-hak kaum buruh yang terinjak-injak,

hak-hak para anak-anak generasi bangsa,

untuk para koruptor, akan ku...

Maling:

Biarkan. Walau aku disebut monyet, maling atau apalah.

Anak-anakku butuh sesuap nasi,

butuh lembaran bergambar Soekarno untuk pendidikannya,

hanya sebatas ayam tetangga, aku bisa di...

Caleg:

Hukum mati.

Hukum mati.

Hukum mati.

Untuk mereka yang sudah menggelapkan uang rakyat, mari kita…

Petani:

Potong, lalu tinggal di cangkul dan terus seperti itu.

Akan tetapi pupuk kain naik harganya,

adakah para pejabat memikirkan nasib kami para petani,

di sini kami terseok-seok di antara tanaman padi di sana mereka…

Maling:

Mencuri dengan terpaksa, maafkan aku anak-anakku,

sebenarnya tak ingin kucukupkan perutmu, pendidikanmu dengan uang haram.

Namun apa daya, pekerjaan susah ditemukan dan didapatkan, harga yang semakin naik, dan hidup terlalu sulit untuk ku.

Walaupun nanti aku ketahuan dan di bunuh oleh mereka yang...

Caleg: Mencuri uang rakyat.

2. Puisi 2

Koruptor:

Hidupku amatlah sejahtera.

Bagaimana tidak?

Para rakyat jelata tidak tahu aku telah merampas harta mereka.

Kuhabiskan semua uang untuk membeli...

Tukang Pecel:

Cabe-cabean.

Cabe-cabean segar adalah salah satu bahan membuat pecel yang mantap.

Cabe-cabean akan aku ulek bersama dengan kacang, gula merah, garam dan bahan lainnya untuk membuat bumbu pecel yang kemudian dicampur dengan sayuran.

Tidak lupa, aku ambil pisau untuk memotong...

Si Galau:

Hatiku.

Hatiku sangat hancur melihat kekasih yang amat aku sayangi telah bersama orang lain.

Apa salahku? Hingga dia tega meninggalkan ku demi perempuan lain.

Apakah aku harus...

Koruptor:

Memakan harta rakyat ku?

Itulah profesi ku sesungguhnya.

Tidak perlu susah-susah untuk bekerja keras, tinggal aku suruh saja mereka untuk membayar pajak yang tinggi lalu aku akan gunakan untuk bersenang-senang.

Jika ada yang mulai mencium aksi buruk ku, aku beri saja mereka dengan...

Tukang Pecel:

Pecelku,

aku aduk dengan sepenuh hati agar bumbu dan sayuran tercampur dengan sempurna.

Agar pecel ku disukai banyak orang,

aku akan menggunakan resep rahasiaku yaitu aku masukan sedikit...

Si Galau:

Racun.

Racun yang sangat mematikan! Itulah kamu yang sebenarnya. kamu sayangi aku dan kamu ucapkan semua janji manismu.

Setiap aku membayangkan wajahmu, selalu saja aku teringat pada sesuatu.

Karena kamu sangat mirip dengan...

Koruptor:

Uang recehan.

Hahahahaha....aku sangat suka dengan uang recehan.

Karena dengan uang itu,

aku bisa mengasihi mereka-mereka yang aku anggap tidak berguna.

Baca juga: 3 Contoh Majas Metafora dalam Puisi

Demikianlah beberapa contoh puisi berantai lucu yang dapat dijadikan referensi untuk dibacakan dan menghibur. (Msr)