Konten dari Pengguna

2 Contoh Puisi tentang Stop Bullying yang Sarat Pesan Moral

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi tentang stop bullying. Sumber: unsplash.com/CopperAndWild.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi tentang stop bullying. Sumber: unsplash.com/CopperAndWild.

Contoh puisi tentang stop bullying sering mengambil sudut pandang korban. Daripada menggunakan propaganda dengan berkata "jangan", para penyair memilih menampilkan perasaan korban dan membiarkan masyarakat ikut merasakannya.

Bullying sudah menjadi masalah akut di masyarakat sehingga korban terus berjatuhan. Segala cara dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran dan kemanusiaan para pelaku, dari ancaman penjara hingga sentuhan puisi.

Contoh Puisi tentang Stop Bullying

Ilustrasi contoh puisi tentang stop bullying. Sumber: unsplash.com/RoadAhead.

Bulllying terjadi di banyak tempat, antara lain di rumah, sekolah, tempat kerja hingga di jalanan. Sudah banyak pelaku yang tertangkap dan viral, namun kasus baru terus bermunculan. Puisi menjadi salah satu tempat mengadu bagi para korban.

Berikut adalah contoh puisi tentang stop bullying yang dikutip dari Antologi Puisi: Sebuah Tamparan Keras tentang Problematika Kehidupan, Ketfiyah dan Hana Ika S. (2022:39).

1. Bullying

Aku gendut, katamu seperti badut

Kulitku hitam seperti masa depannya yang katamu kelam

Rambutku keriting seperti sabut kelapa kering

Aku masih saja terus tertawa

Karena aku belum tahu apa-apa

Bahkan menyebut papa dan mama saja aku belum bisa

Kau ungkapkan semua dengan canda tanpa peduli hatiku merana

Kau selalu menuntut sesuai dengan standar idealnya

Kau selalu menghinaku dengan aling-aling kata lucu

Kau selalu merayuku dengan senyum yang sangat kaku!

Berhentilah mengataiku!

Apa perlu aku jelaskan tentang genetik

agar kau tak memintaku tampil cantik?

Apa perlu aku jelaskan tentang keturunan

agar kau tak memintaku tampil menawan?

Aku ini sempurna dari setiap hal yang kupunya

Jikalau kau menghinaku, sama saja kau menghina ciptaan Tuhanmu!

2. Jangan Merasa Paling Benar!

Dewasa, bukan berarti paham segalanya

Menua, bukan berarti lebih bersih dari dosa

Meskipun asinnya garam kehidupan sudah kau coba

Bukan berarti kau khatam dari semua ujian di dunia

Begitu banyak yang telah kau ajarkan

Aku selalu menurut tanpa melawan

Tak pernah juga kau beriku kesempatan

Untuk sekedar menyampaikan

Setiap kali aku bertingkah

Kau selalu tuding aku dengan kata salah

Kau terus menyeruku tanpa lelah

Kau terus menyebutku salah!

Ketika aku lahir sebagai anak pertama

Saat itulah kau juga lahir sebagai seorang Bunda

Yang tentu juga banyak belajar dariku

Dari setiap hal yang dulunya semu

Ingatlah bahwa hutan tak selalu hijau

Semua tergantung masa

Semua tergantung pionnya

Yakni manusia

Baca juga: 4 Contoh Puisi Objektif dalam Bahasa Indonesia

Contoh puisi tentang stop bullying di atas menggambarkan bagaimana perasaan korban bullying. Rasa sakit para korban tersalurkan dengan harapan dapat membuka hati pelaku atau calon pelaku. (lus)