2 Contoh Soal Neraca Lajur beserta Kunci Jawabanya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal neraca lajur beserta kunci jawabannya ini dapat dijadikan sebagai latihan belajar di rumah agar para siswa dapat menguasai materi dengan baik. Neraca lajur atau worksheet adalah alat bantu akuntansi untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
Neraca lajur memuat kolom-kolom untuk mencatat saldo-saldo akun. Mulai dari neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, dan laporan keuangan.
Contoh Soal Neraca Lajur
Dikutip dari buku Dasar Akuntansi, Eka dkk (2020), neraca lajur menyajikan semua informasi keuangan dalam satu format yang mudah dibaca. Sehingga mempermudah proses penyusunan laporan laba rugi dan neraca.
Dengan menggunakan neraca lajur, perusahaan dapat memastikan bahwa saldo debit dan kredit seimbang. Selain itu, neraca lajur dapat menghindari kesalahan pencatatan yang bisa mengganggu akurasi laporan keuangan.
Berikut adalah dua contoh soal neraca lajur.
1. Contoh 1
PT Maju Terus memiliki data neraca saldo per 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Kas: Rp 12.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 8.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 15.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 2.000.000 (Debit)
Gedung: Rp 50.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Gedung: Rp 10.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 20.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 50.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 25.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 5.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 1.000.000 (Debit)
Beban Penyusutan Gedung: Rp 1.000.000 (Debit)
Total: Rp 94.000.000 (Debit) dan Rp 94.000.000 (Kredit)
Jurnal penyesuaian yang perlu dilakukan adalah:
Penyusutan gedung sebesar Rp 5.000.000.
Beban perlengkapan sebesar Rp 1.000.000.
Penyelesaian
Langkah pertama adalah memasukkan saldo-saldo akun ke dalam neraca lajur:
Kas: Rp 12.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 8.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 15.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 2.000.000 (Debit)
Gedung: Rp 50.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Gedung: Rp 10.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 20.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 50.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 25.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 5.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 1.000.000 (Debit)
Beban Penyusutan Gedung: Rp 1.000.000 (Debit)
Total: Rp 94.000.000 (Debit) dan Rp 94.000.000 (Kredit)
Langkah kedua, catat jurnal penyesuaian:
Penyusutan Gedung:
Beban Penyusutan Gedung (Debit) Rp 5.000.000
Akumulasi Penyusutan Gedung (Kredit) Rp 5.000.000
Beban Perlengkapan:
Beban Perlengkapan (Debit) Rp 1.000.000
Perlengkapan (Kredit) Rp 1.000.000
Setelah jurnal penyesuaian dicatat, hasilnya adalah:
Kas: Rp 12.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 8.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 15.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 1.000.000 (Debit)
Gedung: Rp 50.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Gedung: Rp 15.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 20.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 50.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 25.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 5.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 1.000.000 (Debit)
Beban Penyusutan Gedung: Rp 6.000.000 (Debit)
Total: Rp 98.000.000 (Debit) dan Rp 98.000.000 (Kredit)
2. Contoh 2
PT Sukses Selalu memiliki data neraca saldo per 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Kas: Rp 20.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 15.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 25.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 3.000.000 (Debit)
Peralatan Kantor: Rp 40.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor: Rp 8.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 22.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 55.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 35.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 10.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 2.000.000 (Debit)
Beban Sewa: Rp 4.000.000 (Debit)
Total: Rp 119.000.000 (Debit) dan Rp 119.000.000 (Kredit)
Jurnal penyesuaian yang perlu dilakukan adalah:
Penyusutan peralatan kantor sebesar Rp 4.000.000.
Beban perlengkapan sebesar Rp 1.500.000.
Penyelesaian
Langkah pertama adalah memasukkan saldo-saldo akun ke dalam neraca lajur:
Kas: Rp 20.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 15.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 25.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 3.000.000 (Debit)
Peralatan Kantor: Rp 40.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor: Rp 8.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 22.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 55.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 35.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 10.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 2.000.000 (Debit)
Beban Sewa: Rp 4.000.000 (Debit)
Total: Rp 119.000.000 (Debit) dan Rp 119.000.000 (Kredit)
Langkah kedua, catat jurnal penyesuaian:
Penyusutan Peralatan Kantor:
Beban Penyusutan Peralatan Kantor (Debit) Rp 4.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor (Kredit) Rp 4.000.000
Beban Perlengkapan:
Beban Perlengkapan (Debit) Rp 1.500.000
Perlengkapan (Kredit) Rp 1.500.000
Setelah jurnal penyesuaian dicatat, hasilnya adalah:
Kas: Rp 20.000.000 (Debit)
Piutang Usaha: Rp 15.000.000 (Debit)
Persediaan: Rp 25.000.000 (Debit)
Perlengkapan: Rp 1.500.000 (Debit)
Peralatan Kantor: Rp 40.000.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor: Rp 12.000.000 (Kredit)
Hutang Usaha: Rp 22.000.000 (Kredit)
Modal: Rp 55.000.000 (Kredit)
Pendapatan Jasa: Rp 35.000.000 (Kredit)
Beban Gaji: Rp 10.000.000 (Debit)
Beban Listrik: Rp 2.000.000 (Debit)
Beban Sewa: Rp 4.000.000 (Debit)
Beban Penyusutan Peralatan Kantor: Rp 4.000.000 (Debit)
Beban Perlengkapan: Rp 1.500.000 (Debit)
Total: Rp 123.500.000 (Debit) dan Rp 123.500.000 (Kredit)
Baca juga: Ketahui Cara Menghitung Varians dalam Sampel Data
Demikianlah contoh soal neraca lajur beserta kunci jawabannya yang dapat dijadikan sebagai latihan belajar di rumah agar para siswa dapat menguasai materi dengan baik. (Msr)
