Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Drama beserta Strukturnya Singkat berbagai Tema

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh teks drama beserta strukturnya. Sumber: Pexels/Ron Lach
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh teks drama beserta strukturnya. Sumber: Pexels/Ron Lach

Contoh teks drama beserta strukturnya dapat membantu seseorang memahami sebuah teks dengan lebih cepat. Hal ini karena selain disajikan dalam bentuk penjelasan, contoh tersebut juga dilengkapi dengan struktur yang jelas.

Teks drama merupakan salah satu karya sastra yang berisikan dialog antara dua orang atau lebih. Dari dialog tersebut tergambarkan kehidupan dan watak manusia yang kemudian dipentaskan melalui peran pemain (akting).

Contoh Teks Drama beserta Strukturnya Singkat

Ilustrasi contoh teks drama beserta strukturnya. Sumber: Pexels/MART PRODUCTION

Dikutip dalam buku Bestie Book Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII, VIII, & IX oleh The King Eduka (2022:93) struktur drama terdiri dari prolog (kata pendahuluan atau kata pembuka yang berperan sebagai pengantar), dialog (sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih), dan epilog (kata penutup yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah pementasan drama).

Untuk memudahkan dalam mengetahui struktur yang ada dalam teks drama, simak contoh teks drama beserta strukturnya berikut ini.

Contoh 1: Malin Kundang

Prolog

Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Ia meninggalkan ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.

Dialog

Malin: "Istriku, inilah tanah kelahiranku dulu." (Sambil menunjuk ke arah daratan dari atas perahu yang bersandar)

Putri: "Sungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini, suamiku."

Ibu Malin: (Berlari tertatih-tatih) "Malin! Kau kah itu nak?" (Berteriak kegirangan)

Putri: "Siapakah wanita tua itu suamiku?"

Malin: (Menyembunyikan wajah terkejut ketika melihat ibunya berlari ke arah perahu) "Aku tidak tahu, istriku. Mungkin itu hanya pengemis yang ingin meminta sedikit sumbangan dari kita saja. Sudah jangan pedulikan lagi dia."

Ibu Malin: "Malin, ini ibumu nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang telah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?"

Malin: "Wahai wanita tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu, dan ibuku sudah lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini!"

(Berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya)

Ibu Malin : (Ia menangis menahan kesedihan) "Ya Tuhan, kenapa pula anakku berubah menjadi seperti ini? Jika memang ia bukan anakku, maka maafkanlah ia yang telah menghinaku ini. Namun jika ia benar anakku si Malin Kundang, maka hukumlah dia yang telah durhaka itu."

(Sambil menengadahkan tangan memohon kepada Tuhan)

Epilog

Badai besar tiba-tiba datang dan kapal Malin Kundang terbalik. Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.

Contoh 2: Mengejar Cita-Cita

Prolog

Ada 2 anak yang bersahabat sejak kecil bernama Ilham dan Anjas. Mereka selalu bersama, tetapi semenjak ayah Ilham pindah bekerja mereka berdua pun terpisah. Pada suatu ketika tanpa disadari mereka bertemu kembali dan mereka berbincang-bincang perihal rencana kuliah.

Dialog

Anjas: "Ilham, rencananya kamu mau kuliah di mana?"

Ilham: "Aku mau kuliah di PIP, ambil jurusan Pelayaran. Mau jadi kapten kapal dong hehehe. Hmm tapi aku lemah dengan pelajaran fisika."

Anjas: "Duh jangan sedih dong, sudah enggak apa-apa. Kalau kamu belajar lebih giat lagi kamu pasti bisa. Teruslah berusaha dengan diimbangi berdoa, jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu."

Ilham: "Iya, terima kasih ya atas masukannya. Pasti aku bakal belajar lebih giat lagi. Kalau kamu? Mau kuliah di mana?"

Anjas: "Aku belum tau nih. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus, jurusan apa? Soalnya aku belum tau nih bakat aku di mana."

Ilham: "Ya, kalau menurut aku sih, soal bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke orang lain. Misalnya, ke teman, guru, dan juga orang tua. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku saranin kamu untuk minta petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Ya, dengan berdoa."

Anjas: "Wah makasih ya, Ilham, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba ikuti saran kamu. Oh iya, udah sore, nih. Aku pulang, ya. Makasih Ilham."

Ilham: "Oh iya, oke, deh. Sama-sama. Makasih juga ya Anjas."

Epilog

Waktu terus berlalu. Tidak terasa mereka berdua telah lulus ujian dan mereka pun ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Berkat kegigihan yang dilakukan Ilham dan Anjas, akhirnya mereka diterima di perguruan tinggi yang mereka impikan.

Untuk memahami struktur teks drama sebenarnya mudah. Dengan melihat 2 contoh teks drama beserta strukturnya di atas, akan dapat dengan mudah memahami struktur yang diperlukan. Semoga pembahasan ini cukup untuk memberikan wawasan terhadap pembaca. (MRZ)

Baca juga: Cara Menyusun Naskah Drama beserta Kaidah Penulisannya