2 Komponen Larutan Penyangga dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu kimia, larutan penyangga adalah salah satu larutan yang berguna dalam menjaga pH dari suatu zat. Komponen larutan penyangga sendiri terbagi menjadi dua, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.
Dikutip dari Intisari Kimia Farmasi, Donald Cairns (2004:10), buku larutan penyangga adalah larutan yang mampu mencegah perubahan pH. Biasanya, terdiri dari campuran asam lemah atau basa lemah. Contohnya seperti campuran asam asetat dan natrium asetat.
Prinsip kerja dari larutan penyangga adalah mempertahankan pH awal larutan meski telah ditambahkan larutan dengan jumlah tertentu. Sebab, larutan ini dapat mengikat baik ion H+ ataupun ion OH-.
Komponen Larutan Penyangga dalam Ilmu Kimia
Larutan penyangga umumnya mampu mempertahankan pH dari pencampuran basa, asam ataupun pengenceran oleh air. Sehingga, pH larutan akan tetap konstan atau tidak berubah. Komponen larutan penyangga terdiri dari dua macam. Apa saja?
1. Larutan Penyangga Asam
Larutan asam adalah larutan penyangga yang memiliki peran dalam mempertahankan pH yang berada di kondisi asam, yakni pH<7. Larutan ini biasanya tersusun dari komponen basa konjugasi (A-) dan asam lemah (HA). Berikut adalah cara memperoleh larutan penyangga asam.
Dengan mencampurkan HA atau asam lemah dan garam basa.
Dengan mencampurkan asam lemah yang memiliki jumlah berlebih dengan basa kuat yang dapat bereaksi.
Contoh dari larutan penyangga asam dan konjugasinya adalah sebagai berikut:
HCOOH - HCOO-
H2CO3 - HCO3
H2PO4- - HPO42-
HF - F
2. Larutan Penyangga Basa
Larutan penyangga basa adalah larutan yang memiliki fungsi untuk mempertahankan pH yang dalam kondisi basa, yaitu pH > 7. Umumnya, larutan ini tersusun dari komponen basa dengan konjugasinya (BH+) dan basa lemah (B).
Larutan penyangga basa dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu:
Dengan mencampurkan larutan basa lemah dengan jumlah berlebih dengan asam kuat. Sehingga menghasilkan garam asam konjugasi hasil dari basa lemah tersebut.
Dengan mencampurkan larutan basa lemah dengan garam konjugasinya. Sehingga dapat terurai dan menghasilkan ion BH+.
Contoh dari larutan penyangga basa lemah dan konjugasinya adalah NH4+ - NH3, C6H5NH2 - C6H5NH3Cl.
Baca Juga: 3 Contoh Larutan Asam beserta Manfaat dan Bahayanya
Demikianlah penjelasan mengenai komponen larutan penyangga beserta contoh larutannya yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat! (NUM)
