2 Tujuan Bioteknologi Konvensional dan Modern beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan bioteknologi, yaitu meningkatkan aplikasi organisme hidup untuk menghasilkan produk baru. Bioteknologi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu konvensional dan modern yang memiliki tujuan masing-masing namun tidak lepas dari tujuan utama bioteknologi.
Bioteknologi konvensional biasanya dilakukan secara sederhana dan diproduksi tidak jumlah yang besar. Contohnya, yaitu pembuatan tempe. Sedangkan bioteknologi modern memanfaatan atau melibatkan teknologi modern. Contohnya, yaitu kloning DNA.
Tujuan Bioteknologi Konvensional dan Modern
Dikutip dalam buku Pengantar Bioteknologi, Angga Dwi Prasetyo dan Dewi Hambar Sari (2021: 10-11), secara harfiah, bioteknologi berasal dari kata "bio" dan "teknologi". Bio berarti hidup dan teknologi berarti cara atau metode untuk mencapai tujuan praktis.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa bioteknologi merupakan perpaduan antara ilmu Biologi dan teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk digunakan dalam menghasilkan suatu barang atau jasa yang bermanfaat.
Secara umum, tujuan bioteknologi, yaitu memperoleh produk baru yang lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun, jika dilihat dari jenisnya, yaitu bioteknologi konvensional dan modern. Kedua jenis tersebut memiliki tujuan berbeda, berikut penjelasannya.
1. Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan organisme secara langsung untuk menghasilkan produk barang dan jasa tanpa proses rekayasa. Bioteknologi ini dilakukan dengan cara sederhana.
Pemanfaatan bioteknologi konvensional masih sangat terbatas dan hanya digunakan dalam bidang pangan. Sehingga bioteknologi jenis ini digunakan hanya untuk tujuan meningkatkan nilai gizi dan cita rasa suatu bahan pangan.
2. Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern adalah aplikasi bioteknologi yang melibatkan rekayasa genetika ataupun teknologi yang lebih canggih untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Ciri khas bioteknologi modern akan berhubungan dengan manipulasi atau rekayasa materi genetik.
Sehingga tujuan dari bioteknologi modern lebih luas cangkupannya yaitu untuk menghasilkan bibit unggul, mampu mengatasi permasalahan lingkungan, dapat menghasilkan produk kesehatan, waktu produksi lebih cepat, dan bisa mengatasi masalah genetik.
Dari penjelasan tersebut, diketahui bahwa bioteknologi modern tidak hanya dimanfaatkan dalam bidang pangan. Namun, dapat juga dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti pertanian, farmasi, penanganan polusi, dan pengembangan sumber energi.
Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern
Setelah memahami tujuan dari bioteknologi konvensional dan modern. Ketahui juga contohnya berikut ini.
1. Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional menggunakan prinsip atau cara tradisional dalam menghasilkan produk dengan penggunaan teknologi fermentasi. Pengaplikasian bioteknologi ini banyak ditemukan dalam proses pembuatan bahan pangan. Adapun contohnya, yaitu:
Pembuatan roti memanfaatkan ragi yang menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cereviceae untuk fermentasi adonan supaya menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat roti mengembang.
Pembuatan tempe memanfaatkan kapang Rhizopus untuk fermentasi kedelai.
Pembuatan keju memanfaatkan bakteri Lactococcus lactis yang dikumpulkan dari susu.
Pembuatan kecap menggunakan fermentasi kedelai dari ragi atau kapang.
Pembuatan tape memanfaatkan ragi dari mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae untuk fermentasi singkong atau ketan.
Pembuatan yoghurt memanfaatkan bakteri Lactobacillus dari fermentasi susu.
Pembuatan bir anggur memanfaatkan ragi atau khamir dari mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae untuk fermentasi buah anggur.
Pembuatan cuka memanfaatkan bakteri Acetobacter untuk fermentasi alkohol.
Produksi alkohol memanfaatkan khamir untuk fermentasi gula menjadi alkohol.
Pengawetan makanan atau penambahan bahan kimia untuk menghambat mikroba yang bisa membuat makanan cepat busuk.
Pengolahan limbah memanfaatkan mikroorganisme Achromobacter untuk menguraikan limbah organik.
Pembuatan antibiotik memanfaatkan jamur atau bakteri untuk memproduksi antibiotik.
Bioinsektisida yang memanfaatkan mikroba atau bahan alami untuk membasmi hama.
Pupuk hayati menggunakan mikroorganisme hidup untuk menyuburkan tanah.
2. Bioteknologi Modern
Berbeda dengan bioteknologi konvensional yang banyak ditemukan dalam bidang pangan, bioteknologi modern dapat dijumpai dari berbagai bidang. Adapun contohnya, yaitu:
Kedokteran & Farmasi
Pembuatan hormon insulin
vaksin
Antibiotik
Vitamin B2
Vitamin B12
Antibodi monoklonal
Terapi gen
Transplantasi stem cell pasien leukimia
Teknologi IVF (bayi tabung)
Pertanian
Menghasilkan bibit unggul dan tahan hama
Meningkatkan produksi tanaman dalam waktu singkat di lahan terbatas. Contoh: jagung BT, tomat Flavr Savr, Golden Rice, kentang Russet Burbank.
Peternakan
Meningkatkan produktivitas dan kualitas hewan ternak
Membantu melestarikan spesies yang hampir punah
Menjaga kesehatan hewan dari serangan penyakit
Pertambangan
Mengekstraksi logam dari bijihnya dengan bantuan bakteri Thiobaccilus ferrooxxidans. Proses ini disebut sebagai biohidrometalurgi.
Baca juga: Sejarah Penemuan dalam Bioteknologi dan Jenisnya
Walaupun bioteknologi konvensional dan modern memiliki perbedaan tujuan, tetapi pada dasarnya tujuan kedua jenis bioteknologi tersebut tidak lepas dari tujuan bioteknologi, yaitu pemanfaatan organisme untuk memperoleh produk baru yang lebih baik. (MRZ)
